Dituduh Melakukan Penganiayaan, Bos Hotel Satria, Di Tantang Sumpah Pocong

harianmetropolitan.co.id, Karimun– Bily, pemilik Hotel Satria membantah  melakukan penganiayaan, penyekapan dan pelecehan terhadap Ricardo mantan karyawannya. Bantahan ini disampaikan dalam konprensi persnya. di Hotel Holiday, 29 Juli 2019 lalu.

Namun, Ricardo mengatakan, apa yang disampaikan Bily pada konfrensi persnya di Hotel Holiday adalah pembohongan publik

“Saya berani bersumpah, apa yang dikatakan bily itu bohong. Saya tantang dia sumpah pocong,” kata Ricardo seperti  dilansir salah satu media online di Batam

Menanggapi hal tersebut, Bily mengaku siap menerima tantangan sumpah pocong dari Ricardo. “Saya siap menerima tantangannya, tapi sepengetahuan saya, Ricardo beragama Katolik. Kenapa mengajak sumpah pocong. Lagian sumpah pocong atau tahayul itu tidak sah di mata hukum, biarlah polisi mencari tau kebenarannya,” jelas Bily saat ditemui, Selasa 6 Agustus 2019 lalu.

Bily pun meminta agar Ricardo tidak menyangkut pautkan permasalahan ini dengan suku, ras dan agama.

Pada saat rekonstruksi, Bily mengaku tidak membantah apa yang telah disampaikan Ricardo, tapi bukan berarti apa yang disampaikan itu semua benar.

“Itukan rekonstruksi versi dia, jadi saya tidak ada hak membantah. Nanti ada  versi dari saya,” ucap Bily.

Bily pun bercerita, sebenarnya, dalam permasalahan ini, ibu Ricardo sudah melakukan permintaan maaf kepada dirinya. Namun, Bily tetap merasa heran. Kenapa secara tiba-tiba Ricardo membuat laporan palsu. Kejadian A yang diberitakan B. Sebenarnya ada apa dibalik ini. “Jangan sampai Ricardo dijadikan alat politik sama orang lain,” terangnya.

Bily pun dengan tegas membantah bahwa dirinya tidak pernah menyita motor dan STNK milik dari Ricardo seperti yang dilansir salah satu media Online di batam. “Dia aja tidak punya motor, jadi motor dan STNK apa yang saya sita,” ucap Bily.

Laporan: N.Lubis

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan