Latoh Silong, Makanan Khas Natuna Harus Dipromosikan

NATUNA, harianmetropolitan.co.id– Berwisata ke Kabupaten Natuna, tidak lengkap rasanya jika belum menikmati makanan khas daerah berjuluk Laut Sakti Rantau Bertuah tersebut.

Jika wisatawan sudah biasa mencoba makanan Kernas, Pede, Tabel Mando, Lakse, Nasi Dogong, Kuah Tiga, Lempar, Kercak, Calok, sesekali harus mencoba makanan Lotoh Silong Teripang, salah satu makanan khas favorit masyarakat Natuna zaman dahulu.

Latoh Silong Teripang, adalah makanan laut, berbahan dasar Teripang atau Gurita. Wartawan harianmetropolitan, pada Kamis 5 Agustus 2021 pagi, berkesempatan bertemu dengan salah satu pecinta kuliner Latoh Silong, di Desa Limau Manis, Kecamatan Bunguran Timur Laut, bernama Johar. Pemuda berusia 29 tahun ini merupakan sosok penggiat wisata di Desa Limau Manis.

Ketika bertemu di kediamannya, di Jl. Limau Manis, RT.001/RW002, Desa Limau Manis, wartawan harianmetropolitan menanyakan, mengapa makanan Latoh Silong Teripang tidak familiar ketimbang makanan lain, seperti Kernas, Pede, atau Tabel Mando? Johar menjawab, karena makanan Latoh Silong bukan jenis makanan yang biasa diperjual belikan di warung-warung. “Makanan ini hanya untuk konsumsi masyarakat tempatan,” ucapnya.

Baca Juga :  Berikut Ini Izin yang Dikeluarkan Dinas Perizinan Natuna

Johar bercerita, dulu orang tuanya sering membuat makanan Latoh Silong. Untuk membuat makanan ini diperlukan bahan
lendir pada daging gamat seperti kapur, cabe, garam, serta jeruk nipis agar postur daging Teripang lebih lunak dan renyah di lidah. Sebagai pelengkap, biasanya Latoh Silong gamat ini juga disantap bersama sagu butir dan rebus ubi.

“Rendam Teripang di dalam air kapur, lalu di angkat dan ditiriskan, kemudian dibumbui cabai dan garam, setelah itu peras jeruk nipis,” kata Johar, menceritakan bagaimana meracik makanan Silong Teripang.

Johar mengaku, Latoh Silong merupakan warisan kuliner turun temurun yang perlahan mulai hilang, karena jarang dibuat dan dipromosikan. Sebab, makanan ini dahulu disajikan hanya untuk bekal para nelayan di laut saat hendak mencari ikan.

Sebagai penggiat wisata, dirinyapun berharap masyarakat terutama Pemerintah Kabupaten Natuna dapat mempromosikan kuliner khas daerah ini agar tidak hilang dimakan zaman. (*Herry)

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan