Anggaran Ganda Jasa Kebersihan Kantor Setda Natuna?

NATUNA, HARIANMETROPOLITAN.co.id- Dalam Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) Sekretariat Daerah tahun 2022, terdapat anggaran Belanja Jasa Kebersihan senilai Rp600 juta dan Jasa Kebersihan Kantor Rp100 juta. Kedua kegiatan ini masuk dalam satu kode rekening. “Janggalnya” kegiatan dipecah, sementara lokasi dan jenis pekerjaan sama.

Kepala Bagian Umum (Kabag Umum) Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna, Efendi, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat 27 Mei 2022, mengaku, jika kedua pekerjaan itu memang sama-sama jasa kebersihan kantor (cleaning servis). Kedua kegiatan itu dikerjakan melalui mekanisme tender untuk pagu anggaran Rp600 juta dan penunjukan langsung (PL) untuk pagu anggaran Rp100 juta.

Paket Jasa Kebersihan Kantor Rp100 juta dikerjakan terlebih dahulu. Hal ini bertujuan, agar tidak ada kekosongan cleaning servis di Kantor Bupati Natuna, karena proses tender Jasa Kebersihan senilai Rp600 juta masih berjalan. “Sambil menunggu pemenang tender, makanya kita tunjuk langsung (PL),” paparnya. Pagu anggaran Rp100 juta itu, untuk membayar jasa kebersihan bulan Januari 2022 sampai April 2022. Sisanya, dilanjutkan memakai anggaran Rp600 juta (tender).

Ia menegaskan, jika tahun sebelumnya sudah seperti itu dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memperbolehkan. Namun, ia terlihat berat menyebut nama perusahaan yang mengerjakan Jasa Kebersihan Kantor Rp100 juta. “Aduh, payah sebutnya. Nanti saya kasih, takut salah jawab,” kelitnya.

Celakanya, ia tidak bisa memastikan, apakah Jasa Kebersihan Kantor Rp100 juta masuk dalam  Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Natuna tahun 2022 atau tidak. “Tunggu saya cek dokumen, takut salah jawab,” katanya. Padahal, sebelumnya, wartawan sudah menginformasikan topik wawancara.

Dalam website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Natuna tahun 2022, pekerjaan Jasa Kebersihan Kantor Sekretariat Daerah senilai Rp100 juta tidak ditemukan. Tercatat, hanya jasa kebersihan tahun 2021 terdokumentasi dalam website LPSE Natuna (Non Tender).

Baca Juga :   Breakingnews! Pemda Natuna Longgarkan Jam Operasional Pedagang

Sementara itu, PT. Arina Tama Persada, menjadi pemenang dalam tender Jasa Kebersihan di Sekretariat Daerah. Perusahaan beralamat di Jl. Patuha Raya Blok 13 No. 20 RT.004 RW.018, Kayuringin Jaya Bekasi Selatan – Bekasi (Kota) – Jawa Barat ini menang dengan angka penawaran Rp455,211,000. Efendi menyebut, jika perusahaan membayar gaji pekerja sesuai Upah Mininum Kabupaten (UMK) karena itu disebutkan dalam dokumen kontrak. “Kalau tidak salah, gaji sesuai UMK,” katanya.

Ucapan Efendi berbanding terbalik dengan pengakuan Sukardi, Supervisor PT. Arina Tama Persada. Saat ditemui wartawan di parkiran Kantor Bupati Natuna, Jumat 27 Mei 2022, Sukardi mengaku, jika gaji pekerja sama semua senilai Rp1,750,000 sedangkan UMK Natuna tahun 2022 Rp3,125,272. Ada sebanyak 14 pekerja, bertugas membersihkan kantor dan taman. “10 orang di dalam, 4 orang bersihkan taman,” ucapnya. Hal ini dipertegas oleh salah satu petugas cleaning servis.

Namun, Sukardi tidak tau, aturan mana yang dipakai sehingga gaji pekerja dibayar Rp1,750,000. Bahkan ia tidak tau, apakah ada kontrak kerja antara pekerja dan pihak perusahaan sebagai mana mestinya. “Kalau soal itu, Pak Ijal dan pihak Pemda yang tau,” ucapnya. Ijal disebut-sebut sebagai orang yang “mendapatkan” proyek Jasa Kebersihan Kantor Sekretariat Daerah. Hingga berita ini terbit, BPK Kepri belum berhasil dikonfirmasi, dan Ijal juga belum terkonfirmasi. (*Rian)

Telah dibaca 378 kali

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan