Pegawai Natuna Terlambat, TPP Langsung Dipotong

NATUNA, harianmetropolitan.co.id- Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Natuna menegaskan pentingnya kedisiplinan pegawai, terlebih di tengah kondisi cuaca yang belakangan ini sering dilanda hujan, Rabu 10 September 2025.

Kepala BKPSDM Natuna, M.A. Sanjaya, menyampaikan bahwa setiap keterlambatan pegawai akan berkonsekuensi pada pemotongan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP).

“Kalau ada pegawai terlambat, konsekuensinya jelas, TPP akan dipotong sebesar 1,5 persen. Beberapa pegawai sudah tercatat mengalami hal ini,” ungkap Sanjaya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterlambatan yang sifatnya sesekali masih bisa ditoleransi karena sistem pemotongan berlaku secara otomatis. “Kalau sekali dua kali terlambat, tidak masalah, karena potongannya langsung berjalan. Namun yang menjadi perhatian adalah jika keterlambatan itu terus berulang,” jelasnya.

Wartawan harianmetropolitan.co.id menyoroti fenomena keterlambatan pegawai setelah jam istirahat. Menurutnya, banyak kantor terpantau lengang usai istirahat siang. Menanggapi hal tersebut, Sanjaya menegaskan pihaknya melakukan kroscek melalui catatan harian yang diisi pegawai di aplikasi kepegawaian.

“Catatan itu kemudian diverifikasi dan disetujui oleh atasan langsung di masing-masing OPD. Jadi, tidak bisa sembarangan,” tegasnya.

BKPSDM Natuna berharap aturan ini dapat mempercepat peningkatan kedisiplinan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal meskipun kondisi cuaca kerap tidak bersahabat. Sanjaya juga menekankan agar setiap atasan melakukan pengawasan sekaligus pembinaan kepada bawahannya. “Jangan sampai pegawai melalaikan tugasnya, karena disiplin adalah kunci pelayanan publik yang baik,” pungkasnya. (***Hn)

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan