
Lingga, harianmetropolitan.co.id – Fenomena air pasang tahunan kembali terjadi pada semalam hingga 7 Desember 2025 dan merendam jalan utama menuju Kelurahan Pancur, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga.
Genangan tersebut mengganggu mobilitas warga, terutama kendaraan umum, motor, mobil pribadi, hingga angkutan barang yang hendak menuju Pasar Pancur.
Air pasang yang setiap tahun semakin tinggi membuat badan jalan tak lagi mampu menahan luapan air laut. Warga menilai penurunan struktur jalan menjadi pemicu utama genangan.
“Sekarang badan jalannya sudah mengendap. Sebaiknya jalan utama itu ditinggikan hingga setara simpang pertigaan. Kalau tingginya sama, air laut kemungkinan tidak akan naik ke badan jalan,” ujar In, warga yang melintas di lokasi.
Ia menambahkan, kondisi ini berdampak langsung pada perekonomian. Warga dari Desa Duara, Sekanah, Sungai Besar, dan desa sekitar kesulitan menuju Pasar Pancur saat air pasang tinggi. Aktivitas ojek, angkutan mobil, hingga pelaku usaha turut terhambat.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Lingga dan DPRD Lingga memberi perhatian serius. Mereka mendesak Dinas PUPR meninjau langsung kondisi jalan yang semakin mengendap serta memasukkan peninggian akses utama tersebut ke dalam Dokumen Perencanaan (DED) tahun depan (2026).
Diketahui, Air mulai naik dan merendam badan jalan sekitar pukul 07.45 WIB dan baru surut sekitar pukul 12.00 WIB. (Hendra)
