
Lingga, harianmetropolitan.co.id – Suasana meriah menyelimuti Kelurahan Pancur, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. Sebanyak seribu lampion berwarna-warni menghiasi setiap sudut kawasan tersebut, memancarkan cahaya yang indah dan menambah daya tarik wisata malam hari di daerah yang kerap dijuluki sebagai “Hongkong-nya Lingga”, Senin 16 Febuari 2026.
Kilauan lampion yang menggantung rapi di sepanjang jalan dan area pemukiman menciptakan nuansa khas perayaan Imlek yang hangat dan penuh kebersamaan.
Pemandangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat setempat, tetapi juga berhasil menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah yang datang untuk menikmati keindahan dan suasana perayaan yang kental dengan nilai budaya Tionghoa.
Program pemasangan seribu lampion ini merupakan gagasan dan inisiatif para pemuda Tempatan Tenghua Pancur. Mereka bergotong royong mempersiapkan dekorasi tersebut sebagai bentuk penyambutan bagi para perantau Tenghua asal Pancur yang pulang kampung menjelang Imlek, baik yang bekerja di Batam maupun yang datang dari negara tetangga seperti Singapura.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pemasangan lampion tersebut berdasarkan dari kordinatir para pemuda setempat, pemasangan lampion tidak hanya sekadar hiasan, tetapi juga simbol harapan, keberuntungan, dan persatuan masyarakat.
Tradisi ini diharapkan dapat terus dilestarikan setiap tahun sebagai identitas budaya sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga, khususnya antara masyarakat yang menetap di kampung halaman dengan para perantau yang pulang merayakan Imlek bersama keluarga.
Selain menjadi simbol kebersamaan, kehadiran seribu lampion juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata lokal. Sejumlah pengunjung tampak memadati kawasan Pancur untuk berfoto dan menikmati suasana malam yang dipenuhi cahaya lampion yang berpendar indah.
Kondisi ini turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari pedagang kecil hingga pelaku usaha kuliner di sekitar kawasan.
Masyarakat Kelurahan Pancur berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang lebih besar dan terorganisir, sehingga mampu memperkenalkan Pancur sebagai destinasi wisata budaya Imlek di Kabupaten Lingga.
Dengan semangat kebersamaan dan pelestarian budaya, seribu lampion yang menghiasi Pancur tidak hanya menerangi jalan, tetapi juga menyinari harapan akan kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang. (Hendra)
