
Lingga, harianmetropolitan.co.id – Sebuah rumah milik warga di Dusun II RT 3, Desa Sekanah, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, mengalami kerusakan parah setelah tertimpa pohon mangga akibat hujan sangat lebat yang terjadi pada dini hari, Senin 17 Febuari 2026
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.30 WIB saat wilayah Desa Sekanah diguyur hujan deras disertai angin kencang. Kuatnya terpaan angin menyebabkan pohon mangga yang berada di dekat rumah warga tumbang dan menimpa bagian atap bangunan. Akibat kejadian itu, atap rumah mengalami bolong cukup besar serta beberapa kayu rangka atap patah.
Meski kerusakan terlihat cukup signifikan, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian, penghuni rumah sedang berada di dalam dan langsung menyelamatkan diri setelah mendengar suara keras dari arah atap yang tertimpa pohon.
Kepala Desa Sekanah, M Nazar Iman membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak desa telah turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi rumah warga yang terdampak.
“Benar, rumah warga di Dusun II RT 3 tertimpa pohon mangga akibat hujan sangat lebat dini hari tadi. Kondisi atap rumah bolong dan kayu rangka atap patah. Namun syukur tidak ada korban jiwa,” ujar M Nazar saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, hingga saat ini pihak pemerintah desa masih melakukan pendataan terkait kerusakan yang dialami warga. Untuk nilai kerugian, M Nazar Iman mengatakan, belum bisa ditaksir karena masih menunggu hasil pengecekan menyeluruh di lapangan.
“Untuk nilai kerugian sementara belum bisa kami tafsirkan. Kami masih melakukan pendataan dan melihat sejauh mana kerusakan pada struktur rumah tersebut,” jelasnya.
Pasca kejadian, warga setempat bersama perangkat desa langsung bergotong royong menyingkirkan batang dan ranting pohon mangga yang menimpa rumah. Upaya ini dilakukan agar kerusakan tidak semakin meluas, terutama jika hujan kembali turun dalam beberapa hari ke depan.
Selain itu, pemerintah desa juga berencana berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk pemerintah kecamatan dan instansi penanggulangan bencana, guna mengupayakan bantuan perbaikan bagi korban terdampak. Hal ini penting mengingat kondisi atap rumah yang bolong dapat membahayakan penghuni jika tidak segera diperbaiki.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi pohon tumbang di sekitar permukiman, terutama saat musim hujan disertai angin kencang.
Pemerintah desa mengimbau warga agar rutin memeriksa kondisi pohon besar yang berada di dekat rumah dan melakukan pemangkasan bila dinilai rawan tumbang.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian telah berangsur kondusif. (Hendra)
