Limbah Sagu Cemari Sungai, Ribuan Bibit Ikan Warga di Resun Pesisir Mati

LINGGA, harianmetropolitan.co.id – Aktivitas pengolahan sagu di Desa Resun Pesisir, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, selama ini menjadi urat nadi perekonomian masyarakat pesisir.

Setiap hari batang sagu diparut dan diperas untuk menghasilkan pati putih yang menjadi bahan pangan utama sekaligus sumber penghasilan warga. Namun di balik melimpahnya produksi, persoalan limbah mulai menimbulkan keresahan.

Ampas sagu hasil pemerasan kerap menumpuk di sekitar lokasi produksi. Seiring meningkatnya jumlah olahan, gunungan ampas memunculkan bau menyengat dan mengundang lalat.

Lingkungan sekitar pun menjadi kurang nyaman. Sejumlah warga mengeluhkan lahan yang kotor, aliran air tersumbat, serta perubahan estetika kampung akibat limbah yang tidak tertata.

Dampak paling nyata terlihat pada aliran sungai di sekitar kampung. Limbah cair sagu yang dibuang langsung ke perairan menyebabkan warna air berubah keruh kecokelatan. Bau asam tercium terutama saat musim kemarau. Ikan-ikan yang sebelumnya mudah ditangkap kini semakin jarang ditemukan.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap nelayan kecil yang menggantungkan hidup dari sungai. Sebagian warga mengaku hasil tangkapan menurun drastis dalam beberapa waktu terakhir.

Perbedaan pandangan pun muncul di tengah masyarakat. Ada yang berharap produksi sagu tetap berjalan karena menjadi sumber ekonomi utama. Namun, tak sedikit pula yang khawatir kerusakan lingkungan akan berdampak jangka panjang bagi generasi mendatang.

Salah satu tokoh masyarakat, Piun, mengaku mengalami kerugian akibat dugaan pencemaran limbah sagu. Ia menyebut sekitar 2.000 bibit ikan cantang miliknya mati.

“Benar, sekitar 2.000 bibit ikan cantang saya mati diduga akibat limbah dari pabrik sagu tersebut,” ungkap Piun, Rabu, 18 Desember 2026.

Ia berharap pihak terkait, khususnya dinas lingkungan hidup, dapat turun langsung melakukan pengecekan lapangan sekaligus meninjau legalitas izin pengelolaan limbah sagu.

Menurutnya, pengawasan dan penataan limbah sangat penting agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa merusak lingkungan dan merugikan masyarakat. (Hendra)

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan