Putra Natuna Raih Juara III di Ajang Penelitian Internasional, Ini Harapan Pemda

harianmetropolitan.co.id, Natuna – Capaian membanggakan diperoleh putra Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Sandi Pamungkas di ajang dunia dengan inovasinya Smart Cabai atau Smart Chili.

Sandi mendapatkan juara tiga di ajang International Exhibition For Young Inventors Award (IEYI) Tahun 2020, di Macau, Hongkong. IEYI ini di gelar Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia (LIPI).

Sekedar informasi, LIPI merupakan lembaga pemerintah non Kementerian yang di koordinasikan oleh Kementerian Negara Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan sudah berdiri sejak 1956 lalu.

Raihan juara tiga tersebut juga tak terlepas dari bimbingan dan binaan Pemerintah Daerah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Natuna serta dukungan dari Provinsi dan LIPI.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas PMD, Anrizal Zen melalui Kabid Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat Desa (PUEMD) Natuna Murni Saidi, saat dikonfirmasi, Senin, 12 Oktober 2020.

Ia menyebut, Sandi merupakan salah satu dari 6 perwakilan Indonesia dalam ajang International Exhibition for Young Inventor ( IEYI ) Tahun 2020, di Macau, Hongkong.

“Dari 6 perwakilan tersebut sandy Pamungkas berhasil  meraih medali Perunggu di ajang
International Exhibition for Young Inventors (IEYI) tahun 2020 yang telah selesai dilaksanakan,” ujar Murni.

Dijelaskannya, ini merupakan ajang tahunan yang sedianya diadakan di Kazan Rusia pada Oktober ini. Namun panitia memutuskan dilaksanakan secara virtual karena pandemi virus Covi-19.

Walaupun dilanda pandemi virus ajang ini tetap diikuti banyak inventor dari berbagai negara di seluruh dunia. Terdapat 158 inventor yang berpartisipasi dari Italia, Jepang, Hongkong, Taiwan, Rusia, Macao, Singapura, Ukraina dan Indonesia.

“Sandi tak hanya mengharumkan nama Natuna, Kepri di ajang dunia. Namun Sandi juga mengharumkan nama Indonesia dengan inovasinya itu,” tambahnya.

Murni menjelaskan, adapun kelebihan dari Invensi Smart Cabai ini adalah, bahan dasar mudah didapatkan dan murah. Pemakaian yang praktis, efektif dan efisien. Bagian dasar galon berfungsi sebagai tempat untuk menampung air. Mempunyai daya tahan yang baik terhadap cuaca maupun serangan hama. Akar pohon cabai rawit terlindungi dari serangan akar tanaman lain.

Menyiram sekaligus memupuk, karena pada saat memompa air yang ada pada bagian dasar galon terdapat kandungan pupuk. Mudah untuk di pindah tempatkan. Ramah lingkungan dan hemat penggunaan
air. Sirkulasi air sangat baik. Tanaman cabai dapat bertahan sampai dengan 3 tahun.

Murni berharap Sandi tetap mengembangkan inovasi Smart Cabai itu, yang dari Smart Cabai I, Smart Cabai II hingga Smart Cabai III nantinya.

Selain itu, Murni menerangkan, bahwa Smart Cabai ini akan di upayakan untuk di sosialisasikan ke beberapa desa di Kabupaten Natuna.

“Dimasa pandemi Covid-19 tentunya inovasi ini sangat berfungsi ditengah masyarakat, untuk menerapkan dan menghijaukan desa dengan cabai atau pun sayuran” tuturnya.

Murni juga mengajak kepada masyarakat untuk melaksanakan penerapan inovasi tersebut, bahkan dirinya sudah menerapkan Smart Cabai itu dirumahnya sendiri.

Murni menuturkan, jika memungkinkan para pemenang IEYI tahun 2020 ini akan berkompetisi lagi di ajang International Scienceand Engineering Fair (ISEF)2020 di Annaheim, California, Amerika Serikat.(red)

Telah dibaca 174 kali

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan