Dinas Pendidikan Karimun Dorong Penguatan Literasi di PAUD

KARIMUN, harianmetropolitan.co.id- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun melalui Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) melakukan kunjungan ke sejumlah satuan PAUD dalam rangka memantau dan mendampingi pelaksanaan kegiatan literasi di pendidikan anak usia dini. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat keterampilan dasar berbahasa dan komunikasi anak sejak usia dini, Senin 7 Juli 2025.

Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Karimun menyampaikan bahwa literasi di jenjang PAUD tidak hanya sebatas belajar membaca dan menulis, tetapi mencakup kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi efektif, dan memahami informasi dalam berbagai bentuk.

“Literasi anak usia dini adalah fondasi untuk kemampuan belajar seumur hidup. Kami ingin memastikan setiap satuan PAUD memberikan stimulasi yang tepat agar anak-anak tumbuh menjadi pembelajar aktif dan komunikatif,” ujar Kepala Bidang PAUD dan PNf itu.

Dalam kegiatan tersebut, tim dari Dinas Pendidikan meninjau langsung berbagai aktivitas literasi yang dijalankan oleh guru PAUD. Mulai dari kegiatan membaca buku cerita, mengenal huruf dan angka, bermain peran, hingga eksplorasi media visual dan digital yang disesuaikan dengan usia anak-anak.

Para guru juga diajak berdiskusi untuk memperkuat pemahaman bahwa literasi pada anak usia dini meliputi berbagai dimensi. Selain membaca dan menulis, literasi numerasi juga menjadi perhatian penting. Anak-anak diajak bermain dengan angka, memahami pola, bentuk, serta mengenal konsep waktu dan urutan.

Selain itu, keterampilan berbahasa juga terus diasah melalui kegiatan mendengarkan cerita, berdialog, serta memperkaya kosakata dengan pendekatan yang menyenangkan. Bahkan, unsur budaya lokal dan nilai-nilai kewarganegaraan juga mulai dikenalkan secara ringan agar anak-anak memahami lingkungan sosialnya sejak dini.

“Melalui pendekatan yang tepat, kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan sosial, emosional, dan berpikir kritis yang baik,” jelasnya.

Tak kalah menarik, pembelajaran literasi juga melibatkan media digital, namun tetap dengan pengawasan pendidik. Anak-anak dikenalkan pada penggunaan teknologi sebagai alat bantu belajar, seperti menonton video edukasi atau menggunakan aplikasi sederhana yang bersifat interaktif.

Dalam kunjungan tersebut, Dinas Pendidikan Karimun menilai bahwa satuan PAUD telah berupaya mengintegrasikan literasi dalam berbagai kegiatan harian anak. Di pojok baca, anak-anak tampak antusias membuka halaman buku cerita bergambar. Di sudut lain, mereka bermain angka sambil menyusun balok warna-warni dan menyebutkan nama-nama bentuk.

Salah satu guru PAUD mengatakan bahwa pendekatan literasi yang menyenangkan terbukti membuat anak-anak lebih cepat menyerap informasi dan berani mengungkapkan pendapat. “Kami rutin membacakan cerita setiap pagi, dan anak-anak sangat suka. Mereka bahkan mulai menciptakan cerita versi mereka sendiri,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Dinas Pendidikan Karimun menegaskan bahwa penguatan literasi di PAUD adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi cerdas dan siap menghadapi tantangan masa depan. Literasi menjadi dasar penting bagi kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan berikutnya, serta mendukung perkembangan karakter dan keterampilan hidup.

“Kami berharap satuan PAUD di seluruh Karimun terus mengembangkan inovasi pembelajaran literasi yang kontekstual, inklusif, dan sesuai dengan dunia anak. Karena dari sinilah masa depan dimulai,” tutup Kepala Bidang PAUD dan PNF.

(***Hn)

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan

Exit mobile version