Bulog Kirim 400 Ton Beras ke Pulau Sedanau Natuna

NATUNA, harianmetropolitan.co.id – Perum Bulog Kantor Cabang Tanjungpinang mendistribusikan 400 ton beras ke Pulau Sedanau, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), untuk memperkuat cadangan pangan dan menjaga stabilitas harga bahan pokok di wilayah kepulauan.

Pengiriman beras tersebut dilakukan menggunakan Kapal Layar Motor (KLM) Kampar Indah 01 melalui Dermaga Pelabuhan Batu 6, Tanjungpinang, pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, mengatakan distribusi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pasokan beras, khususnya di wilayah kepulauan dan terluar.

“Pengiriman 400 ton beras ini ditujukan untuk memperkuat cadangan pangan masyarakat di Pulau Sedanau dan sekitarnya,” ujar Arief.

Ia menjelaskan, pengiriman tersebut juga mendukung penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Beras yang dikirim menggunakan kemasan karung standar atau plain sack untuk kebutuhan distribusi antargudang.

Setibanya di lokasi tujuan, beras tersebut dapat dikemas ulang sesuai kebutuhan penyaluran, baik untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maupun bantuan pangan bagi masyarakat.

Sebelum diberangkatkan, seluruh beras telah melalui pengujian kualitas dan pemeriksaan kelaikan. Pengiriman juga dilengkapi dokumen manifest pengangkutan resmi serta sertifikat sanitasi dan karantina dari Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau.

Menurut Arief, distribusi melalui jalur laut menjadi salah satu langkah penting untuk menjamin ketersediaan bahan pokok di daerah kepulauan. Kelancaran pasokan ke wilayah tersebut kerap menghadapi tantangan, terutama ketika kondisi cuaca memengaruhi transportasi laut.

“Khususnya dalam menghadapi potensi perubahan cuaca dan menjaga stabilitas harga bahan pokok di daerah kepulauan,” katanya.

Bulog Tanjungpinang menyatakan akan terus mendukung pemerataan distribusi beras di wilayah Kepulauan Riau, termasuk kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Melalui pengiriman tersebut, ketersediaan cadangan pangan di Pulau Sedanau dan sekitarnya diharapkan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat memperoleh pasokan beras secara berkelanjutan, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan distribusi akibat perubahan cuaca. (Manalu)

Editor: Erwin

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan

Exit mobile version