Basarnas Natuna Bekali Siswa SMKN 2 Bunguran Timur Keterampilan Pertolongan Pertama

NATUNA, harianmetropolitan.co.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas B Natuna membekali siswa SMKN 2 Bunguran Timur dengan pengetahuan dan keterampilan dasar pertolongan pertama melalui program SAR Goes to School. Kegiatan ini digelar di Aula SMKN 2 Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Selasa, 20 Oktober 2026.

Program tersebut bertujuan menanamkan budaya sadar keselamatan sejak dini sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan generasi muda dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Kegiatan dipimpin Kepala Subseksi Sumber Daya dan Personel KPP Natuna bersama tim penyelamat (rescuer) Basarnas Natuna. Para siswa mendapatkan pembekalan mengenai Medical First Responder (MFR), yakni penanganan medis awal bagi korban dalam kondisi darurat.

Materi yang diberikan meliputi prinsip dasar pertolongan pertama, langkah awal penanganan korban, serta pentingnya memastikan keselamatan diri dan lingkungan sebelum memberikan bantuan.

Selain teori, tim Basarnas Natuna juga memberikan pelatihan praktik pemindahan korban secara aman. Siswa diperkenalkan dengan teknik dasar membantu korban tanpa memperparah cedera yang dialami.

Pelatihan dilanjutkan dengan pengenalan penanganan cedera pada alat gerak, termasuk teknik pembidaian dan pertolongan awal terhadap korban yang diduga mengalami patah tulang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Natuna, Abdul Rahman, mengatakan edukasi keselamatan bagi pelajar merupakan bagian dari upaya membangun masyarakat yang tanggap terhadap berbagai potensi kedaruratan.

Menurut dia, generasi muda tidak hanya perlu memiliki kemampuan akademis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat digunakan ketika menghadapi situasi darurat.

“Program SAR Goes to School ini merupakan langkah strategis kami dalam membangun budaya sadar keselamatan dan mitigasi risiko sejak dini. Kami ingin para generasi muda, khususnya pelajar SMKN 2 Bunguran Timur, tidak hanya memiliki ketangguhan akademis, tetapi juga dibekali keterampilan praktis penanganan medis darurat lapangan atau Medical First Responder,” ujar Abdul Rahman.

Ia menegaskan, pemahaman mengenai pertolongan pertama penting agar masyarakat mampu mengambil langkah awal yang tepat ketika menghadapi kecelakaan atau kondisi yang membutuhkan bantuan segera.

Namun, tindakan pertolongan harus tetap memperhatikan keselamatan penolong, korban, dan lingkungan sekitar. Penanganan juga perlu dilakukan sesuai kemampuan dan pengetahuan yang telah diperoleh agar tidak menimbulkan risiko tambahan bagi korban.

“Melalui program ini, kami berharap para generasi muda di Kabupaten Natuna memiliki pengetahuan dasar penyelamatan diri serta mampu menjadi potensi SAR yang tanggap dan sigap dalam membantu penanganan kondisi darurat di lingkungan sekitar,” katanya.

Para siswa SMKN 2 Bunguran Timur tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, terutama saat sesi simulasi pertolongan pertama dan praktik langsung bersama tim rescuer Basarnas Natuna.

Antusiasme tersebut juga terlihat dalam sesi tanya jawab. Para siswa memanfaatkan kesempatan itu untuk memperdalam pemahaman mengenai tindakan yang tepat saat menghadapi kecelakaan maupun keadaan darurat di sekitar mereka.

Melalui program SAR Goes to School, Basarnas Natuna berharap para pelajar tidak hanya memahami teori keselamatan, tetapi juga memiliki kepedulian dan kesiapan untuk memberikan pertolongan awal sesuai kemampuan mereka.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi kebencanaan dan keselamatan di lingkungan pendidikan, sehingga budaya sadar keselamatan dapat tumbuh di sekolah dan masyarakat Kabupaten Natuna. (Manalu)

Editor: Erwin

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan

Exit mobile version