
KARIMUN, harianmetropolitan.co.id — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karimun terus mendorong seluruh satuan pendidikan di wilayahnya untuk mengoptimalkan penggunaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Reguler. Pemanfaatan anggaran tersebut diharapkan berfokus pada peningkatan mutu pembelajaran, pemenuhan sarana dan prasarana sekolah, serta menjaga prinsip akuntabilitas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Grandy Regel Tuerah, menegaskan bahwa pencairan dan penggunaan dana BOSP Reguler harus dipandu ketat oleh Petunjuk Teknis (Juknis) yang berlaku dari Kementerian Pendidikan.
“Dana BOSP Reguler merupakan instrumen penting dalam menopang operasional sekolah serta memastikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak di Kabupaten Karimun,” ujar Grandy.
Menurut Grandy, pihak dinas terus mengawal alokasi dana BOSP agar diprioritaskan pada kegiatan-kegiatan strategis yang dampaknya dirasakan langsung oleh peserta didik. Komponen utama penyerapan dana meliputi penyediaan bahan ajar, pemeliharaan sarana ringan sekolah, asesmen pembelajaran, hingga penguatan kegiatan ekstrakurikuler serta literasi digital.
Dorong Transparansi dan Bebas Penyimpangan
Guna mengantisipasi potensi kesalahan administrasi maupun penyalahgunaan anggaran, Disdikbud Karimun juga rutin menggelar sosialisasi, bimbingan teknis, dan verifikasi dokumen pertanggungjawaban secara berakala bagi para kepala sekolah serta bendahara.
“Kami tekankan kepada seluruh Kepala Satuan Pendidikan untuk menerapkan transparansi total. Dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS) serta realisasi penggunaan dana BOSP harus dapat dipahami oleh warga sekolah dan pemangku kepentingan,” tegasnya.
Grandy mengimbau seluruh pihak sekolah agar senantiasa berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan jika menemukan kendala teknis dalam pelaporan Sistem Informasi Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS).
“Dengan tata kelola BOSP Reguler yang makin akuntabel dan transparan, kita optimistis indeks pelayanan pendidikan serta kualitas lulusan di Bumi Berazam akan semakin meningkat dari tahun ke tahun,” pungkas Grandy.
Setali tiga uang, pemanfaatan dana BOSP dalam sektor pendidikan terus direalisasikan secara konkret, salah satunya yang dialami
Kepala SDN 003 Tebing, Raja Salmah.
Ia menjelaskan, akuntabilitas penggunaan anggaran di SDN 003 Tebing terus dikawal secara ketat melalui koordinasi antara jajaran manajemen sekolah di bawah Waka Kurikulum, Tumin dan Bendahara, Erna, bersama Komite Sekolah yang diketuai, Irmayanti serta Paguyuban Kelas yang dipimpin, Mahdalena.
Dengan tata kelola anggaran daerah yang transparan dan tepat sasaran, SDN 003 Tebing siap melangkah optimis menyambut penunjukan resmi Kementerian Pendidikan sebagai ‘Sekolah Model’. (***ZAF)