Bupati Natuna Perjuangkan Kelanjutan Infrastruktur

NATUNA, harianmetropolitan.co.id – Bupati Natuna Cen Sui Lan memperkuat koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Batam untuk memastikan keberlanjutan pembangunan infrastruktur sumber daya air di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Dalam program pembangunan tahun anggaran 2026, BWS Sumatera IV mengalokasikan anggaran APBN sebesar Rp106,46 miliar untuk berbagai kegiatan infrastruktur di Natuna. Anggaran tersebut mencakup pembangunan pengaman pantai, peningkatan embung dan jaringan irigasi, serta operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air.

Pembahasan mengenai program tersebut berlangsung dalam rapat sinkronisasi program Tahun Anggaran 2026 dan perencanaan Rencana Strategis 2027–2029, yang dirangkaikan dengan serah terima hibah Barang Milik Negara berupa jaringan irigasi air tanah di Ruang Rapat Bupati Natuna, Senin, 26 Oktober 2026.

Cen Sui Lan mengatakan, pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerjanya ke BWS Sumatera IV Batam beberapa waktu lalu untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan prioritas Kabupaten Natuna kepada pemerintah pusat.

“ Kunjungan kerja ini adalah jawaban dari kedatangan saya ke BWS beberapa waktu lalu,” ujar Cen, Senin, 26 Oktober 2026.

Salah satu proyek utama yang mendapat alokasi anggaran cukup besar adalah pembangunan pengaman pantai Pulau Kepala tahap kedua, dengan nilai sekitar Rp80,25 miliar.

Pembangunan tersebut dinilai penting untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir, terutama di wilayah pulau terluar Natuna yang membutuhkan infrastruktur pengamanan pantai.

Cen berharap pemerintah pusat dapat melanjutkan pembangunan tersebut ke tahap berikutnya agar perlindungan kawasan pesisir dapat dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami berharap ke depan ada program-program dukungan dari pusat, terutama di beberapa tempat yang membutuhkan penanganan, seperti Pulau Kepala,” kata Cen.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala BWS Sumatera IV Batam, Nedy Hidayat, menyampaikan bahwa kelanjutan pembangunan pengaman pantai Pulau Kepala tahap ketiga masih dalam tahap usulan. Kebutuhan anggaran untuk tahap tersebut diperkirakan mencapai Rp121 miliar.

Belum terealisasinya usulan tahap ketiga membuat keberlanjutan proyek tersebut masih bergantung pada proses perencanaan dan penganggaran pemerintah pusat.

Anggaran Irigasi untuk Mendukung Pertanian

Selain pembangunan pengaman pantai, anggaran APBN 2026 juga diarahkan untuk meningkatkan infrastruktur pengairan yang mendukung sektor pertanian di Natuna.

Sejumlah kegiatan yang mendapat alokasi anggaran antara lain peningkatan Embung Daerah Irigasi Batubi sebesar Rp5,25 miliar, Daerah Irigasi Batubi Rp8,10 miliar, Daerah Irigasi Tapau Rp468,62 juta, serta Daerah Irigasi Payak Rp3,20 miliar.

BWS Sumatera IV juga mengalokasikan sekitar Rp1,56 miliar untuk Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang tersebar di delapan lokasi di Kabupaten Natuna.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan fungsi jaringan irigasi sekaligus mendukung kebutuhan air bagi kegiatan pertanian masyarakat.

Sementara itu, anggaran operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air mencapai sekitar Rp7,64 miliar. Dana tersebut digunakan untuk mendukung fungsi sungai, pantai, embung, mata air, air baku, dan jaringan irigasi.

Cen mengapresiasi dukungan BWS Sumatera IV terhadap pembangunan infrastruktur di Natuna, termasuk penanganan Embung Sebayar.

Menurut dia, koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat harus terus diperkuat agar kebutuhan pembangunan di wilayah perbatasan tersebut dapat masuk dalam perencanaan dan penganggaran tahun-tahun berikutnya.

Usulan Pembangunan 2027–2029

Rapat sinkronisasi itu sekaligus menjadi bagian dari persiapan perencanaan program pembangunan sumber daya air untuk periode 2027–2029.

Dalam proses tersebut, pemerintah daerah perlu memastikan kelengkapan dokumen perencanaan, pemenuhan kriteria teknis, serta kesesuaian usulan dengan prioritas pembangunan pemerintah pusat.

Faktor-faktor tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan apakah usulan pembangunan daerah dapat dipertimbangkan untuk memperoleh dukungan anggaran pada tahun berikutnya.

Bagi Natuna, keberlanjutan pembangunan infrastruktur sumber daya air memiliki arti strategis. Selain memperkuat perlindungan kawasan pesisir dan pulau terluar, pembangunan embung serta jaringan irigasi juga dibutuhkan untuk menunjang produktivitas pertanian dan ketersediaan air.

Pemerintah Kabupaten Natuna berharap sinergi dengan BWS Sumatera IV Batam dapat memastikan program-program prioritas tersebut terus berlanjut, sehingga manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan dalam bentuk infrastruktur fisik, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (Manalu)

Editor: Erwin

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan