Korban Pengeroyokan di Serasan Timur Mengaku Dibekap

(AG, korban pengeroyokan terbaring lemah di atas tempat tidur. foto/ist)

NATUNA, harianmetropolitan.co.id– Sempat tidak sadarkan diri, AG pemuda 24 tahun yang dikeroyok empat orang di Desa Arung Ayam, Kecamatan Serasan Timur, akhirnya bisa kembali kerumah, meski kondisinya belum sepenuhnya pulih.

AG bercerita, saat pengeroyokan terjadi, ia hanya bisa pasrah karena dibekap dan hanya bisa berusaha melindungi wajahnya dari pukulan. Akibatnya, darah dari hidung korban keluar mengalir deras. “Saya tidak bisa bergerak,” ucap AG dengan suara lemah sembari berusaha mengingat peristiwa itu.

BACA: https://harianmetropolitan.co.id/2021/06/12/korban-pengeroyokan-di-serasan-timur-sempat-tak-sadarkan-diri/

Ia juga menyampaikan jika ia ingat, siapa keempat orang tersebut. “Satu orang dari Batu Berian, satu orang dari Air Nusa, satu orang dari Arung Ayam. Sedangkan satu orang bukan warga Serasan, melainkan dari Kalimantan Barat (Kalbar),” katanya.

Ternyata, AG tidak sendirian saat dikeroyok karena saat itu ia sedang bersama temannya. Namun, teman AG tidak mengalami luka cukup serius.

Hingga kini, kasus ini masih ditangani oleh Polsek Serasan dan keempat orang tersebut diketahui telah ditangkap dan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. (*Herry)

Telah dibaca 368 kali

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan