
NATUNA, harianmetropolitan.co.id– Wakil Bupati (Wabup) Natuna, Jarmin Sidik, melakukan pemantauan terhadap harga serta ketersediaan bahan pokok di beberapa titik di Kota Ranai, Senin 3 Maret 2025.
Dalam kunjungannya, Wabup meninjau beberapa lokasi strategis, termasuk gudang Bulog, Devon Swalayan, dan Pasar Ranai.
Kegiatan ini turut didampingi oleh pimpinan DPRD, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait.
Salah seorang pedagang sayur di Pasar Ranai, Eva, menyampaikan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, sejak Desember, kondisi pasar mengalami penurunan jumlah pembeli.
“Stok cabai saat ini tersedia, tetapi pasokannya masih fluktuatif,” ungkapnya.
Eva juga menjelaskan bahwa hasil panen dari petani lokal sedang menurun, berdampak pada kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit hijau.
“Saat ini, harga cabai merah dan cabai rawit mencapai Rp120 ribu per kilogram. Sebelumnya, sebelum Ramadan, harga sempat menyentuh Rp130 ribu. Jika pasokan dari luar daerah masuk, harganya bisa turun hingga Rp100 ribu,” jelasnya.
Selain itu, ia menambahkan bahwa daya beli masyarakat menurun sekitar 50 persen akibat berbagai faktor ekonomi.
Menanggapi kondisi tersebut, Wabup Jarmin Sidik menegaskan bahwa hasil pemantauan ini akan segera disampaikan kepada Bupati Natuna untuk menentukan langkah-langkah strategis ke depan.
“Kami akan terus mengawasi stabilitas harga dan meminta semua pihak terkait untuk memastikan harga di pasar tetap terkendali. Mengenai masalah pasokan listrik dan air, kami akan berkoordinasi guna mencari solusi terbaik,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Natuna menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan harga bahan pokok serta mencari solusi agar daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama menjelang bulan Ramadan. (***Hani)