
NATUNA, harianmetropolitan.co.id – Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAI Natuna menginisiasi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa sekolah dasar di Desa Binjai. Kegiatan yang dilaksanakan di SDN 008 Binjai ini merupakan tindak lanjut atas temuan lapangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAI Natuna Posko 1 Desa Binjai yang mencatat masih adanya siswa belum lancar membaca dan menulis, Selasa 3 Februari 2026.
FGD ini mengusung tema “Sinergi Lintas Sektor dalam Mengatasi Krisis Literasi dan Pendampingan Kemampuan Membaca Siswa di Desa Binjai”, sekaligus menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat P3M STAI Natuna berbasis kebutuhan nyata di masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, yang diwakilkan oleh Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna Umar Wira Hadikusuma, Kepala SDN 008 Binjai, Kepala Desa Binjai, Ketua BPD Desa Binjai, unsur UKSPF, pengawas sekolah, Dinas Perpustakaan Daerah, orang tua siswa, dosen STAI Natuna, para guru, serta 26 siswa sekolah dasar yang teridentifikasi belum lancar membaca dan menulis.
Ketua STAI Natuna yang diwakili Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Abu Bakar, menyampaikan bahwa FGD ini merupakan respons kelembagaan STAI Natuna melalui P3M dalam menyikapi persoalan literasi dasar di desa.
“Mahasiswa KKN berperan menemukan persoalan di lapangan, kemudian P3M menindaklanjutinya melalui forum diskusi dan perumusan langkah pendampingan bersama,” ujarnya.
Diskusi ini dipandu oleh Hasmiza diawali dengan pemaparan hasil temuan mahasiswa KKN STAI Natuna yang menunjukkan masih terdapat siswa yang belum mampu membaca, masih mengeja, bahkan belum mengenal huruf secara utuh.
Wakil Ketua II Bidang Administrasi, Perencanaan, dan Keuangan STAI Natuna, Maulida, menekankan bahwa literasi tidak cukup ditangani oleh sekolah saja, tetapi membutuhkan gerakan bersama yang melibatkan keluarga dan lingkungan.
Kepala SDN 008 Binjai, Solihin, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah melakukan evaluasi kemampuan membaca setiap akhir semester dan menyediakan waktu khusus di luar jam pelajaran untuk pendampingan. Namun, keterlibatan orang tua masih menjadi tantangan.
“Kesinambungan pembelajaran di sekolah dan pendampingan di rumah sangat menentukan perkembangan literasi anak,” jelasnya.
Kepala Desa Binjai, Said Muhammad Abdul Rasyid, menegaskan bahwa persoalan literasi harus disikapi tanpa saling menyalahkan.
“Ini adalah persoalan bersama. Guru, orang tua, dan pemerintah desa harus saling mendukung demi masa depan anak-anak,” ujarnya.
Dinas Perpustakaan Daerah melalui Kepala Bidang Perpustakaan, Firman, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna melalui Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Umar Wira Hadikusuma, menyatakan kesiapan mendukung pendampingan literasi secara berkelanjutan.
Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Pengembangan SDM STAI Natuna, Hasmiza, menambahkan bahwa FGD ini menjadi langkah awal memperkuat kerja sama STAI Natuna dengan Desa Binjai dan pihak sekolah, serta membuka peluang tindak lanjut dalam bentuk penelitian dan program pengabdian dosen. (***Ni)