Melalui Mahasiswa KKN, STAI Natuna Ungkap Masalah Literasi Siswa SD di Desa Binjai

NATUNA, harianmetropolitan.co.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAI Natuna Posko 1 Desa Binjai menemukan masih adanya siswa sekolah dasar yang belum lancar membaca dan menulis selama pelaksanaan KKN di Desa Binjai, Kabupaten Natuna.

Temuan tersebut kemudian disampaikan kepada Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAI Natuna dan ditindaklanjuti melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di SDN 008 Binjai.

Berdasarkan hasil pendataan dan pengamatan langsung mahasiswa KKN, tercatat 26 siswa mengalami kesulitan membaca, mulai dari belum mengenal huruf, masih mengeja, hingga belum mampu membaca kata sederhana. Temuan lapangan ini menjadi dasar penyusunan Program Kemampuan Membaca dan Menulis KKN Posko 1 Desa Binjai.

Kegiatan FGD yang digagas P3M STAI Natuna tersebut dihadiri oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna Umar Wira Hadikusuma, Kepala SDN 008 Binjai, Kepala Desa Binjai, Ketua BPD Desa Binjai, unsur UKSPF, pengawas sekolah, Dinas Perpustakaan Daerah, orang tua siswa, dosen STAI Natuna, para guru, serta para siswa.

Ketua STAI Natuna yang diwakili Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Abu Bakar, menyampaikan bahwa peran mahasiswa KKN sangat strategis karena mampu mengangkat persoalan riil pendidikan yang terjadi di tengah masyarakat.

“Mahasiswa KKN hadir langsung di lapangan, berinteraksi dengan siswa dan masyarakat, sehingga mampu memetakan persoalan yang benar-benar terjadi. Temuan ini kemudian ditindaklanjuti secara kelembagaan melalui P3M,” ujarnya.

Diskusi yang dipandu oleh Hasmiza diawali dengan pemaparan mahasiswa KKN STAI Natuna terkait kondisi literasi siswa di SDN 008 Binjai. Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan karakteristik kesulitan siswa, mulai dari ketidakmampuan mengenal huruf hingga lemahnya pendampingan belajar di rumah.

Wakil Ketua II Bidang Administrasi, Perencanaan, dan Keuangan STAI Natuna, Maulida, mengapresiasi peran mahasiswa KKN yang tidak hanya menjalankan program rutin, tetapi juga berkontribusi dalam pengumpulan data lapangan yang bermanfaat bagi pengembangan kebijakan pendidikan.

Kepala SDN 008 Binjai, Solihin, mengakui bahwa temuan mahasiswa KKN sejalan dengan kondisi yang dihadapi sekolah. Pihak sekolah, kata dia, telah melakukan berbagai upaya pendampingan, namun masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Kepala SDN 008 Binjai, Solihin, mengakui bahwa temuan mahasiswa KKN sejalan dengan kondisi yang dihadapi sekolah. Pihak sekolah, kata dia, telah melakukan berbagai upaya pendampingan, namun masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Sementara itu, Kepala Desa Binjai, Said Muhammad Abdul Rasyid, menilai kehadiran mahasiswa KKN memberikan warna baru dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di desa.

“Mahasiswa KKN membantu membuka mata kita semua terhadap persoalan yang ada, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah desa,” ujarnya.

Melalui temuan dan inisiatif mahasiswa KKN STAI Natuna ini, diharapkan lahir program pendampingan literasi yang lebih terarah dan berkelanjutan, dengan dukungan penuh dari P3M STAI Natuna, pemerintah desa, dan dinas terkait. (***Ni)

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan

Exit mobile version