
KARIMUN, – Di tengah tingginya harga kebutuhan pokok dan biaya hidup yang kian meningkat, keberadaan sebuah rumah makan sederhana di kawasan Tanjung Balai Karimun ini menjadi oase bagi warga. Berada tepat di pinggir jalan raya, di RT.02/RW 01 Kelurahan Sungai Lakam Timur, Kecamatan Karimun di depan lokasi Pasar Seken Karimun, rumah makan yang akrab disapa warga sebagai “Rumah Makan 10 Ribu” ini kini menjadi primadona dan selalu dipadati pengunjung dari berbagai kalangan.
Sesuai sebutannya, rumah makan ini menawarkan beragam menu makanan lengkap dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu rata-rata hanya Rp 10.000 per porsi. Mulai dari nasi rames dengan lauk ikan, ayam, hingga olahan daging ayam dan sayuran segar, semuanya disajikan dengan porsi yang mengenyangkan dan cita rasa rumahan yang lezat.
Setiap harinya, sejak pukul 09.00 pagi hingga sore hari, lokasi ini tidak pernah sepi. Deretan kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat parkir rapi, menandakan betapa tingginya minat masyarakat untuk makan di tempat ini atau membungkusnya untuk dibawa pulang. Tidak hanya warga sekitar, pembeli pun datang dari berbagai penjuru kecamatan di Karimun, bahkan banyak yang sengaja meluangkan waktu khusus demi menikmati hidangan di sini.
Keberadaan rumah makan ini dinilai sangat membantu dan menjadi solusi nyata bagi warga Karimun, terutama bagi mereka yang berpenghasilan pas-pasan, pekerja harian, buruh, pelajar, hingga pedagang pasar. Di saat tempat makan lain menjual makanan dengan harga yang terus merangkak naik, kehadiran tempat ini menjadi penolong utama agar masyarakat tetap bisa mendapatkan asupan gizi yang baik tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.
Salah satu pengunjung, Am, seorang pekerja bangunan yang sedang makan siang, mengaku sangat terbantu dengan adanya rumah makan ini. “Sangat membantu sekali kami yang pekerja harian begini. Dulu kalau makan di luar habis 15 sampai 20 ribu sekali makan, kalau sehari dua kali bisa habis banyak. Di sini cukup 10 ribu sudah kenyang, enak pula. Terima kasih banyak sudah ada tempat makan seperti ini,” ungkapnya dengan wajah puas.
Hal senada diungkapkan Jum, seorang ibu rumah tangga yang terlihat membungkus makanan untuk keluarganya. “Isinya lengkap, rasanya enak, bersih lagi. Sangat meringankan beban kami ibu-ibu. Apalagi lokasinya strategis di depan pasar, jadi sambil belanja bisa sekalian bawa makanan pulang. Ini sangat bermanfaat sekali bagi kami masyarakat kecil,” ujarnya.
Meski harga yang ditawarkan sangat murah, pemilik rumah makan, Hendriyanto alias”Bang Buyung 10 Ribu”, menegaskan tidak mengurangi kualitas bahan baku maupun kebersihan masakan. Menurutnya, prinsip usahanya adalah keuntungan sedikit tapi laku banyak, dan yang terpenting bisa bermanfaat bagi orang banyak.
“Saya buka usaha ini memang berniat membantu warga yang ingin makan enak tapi hemat. Alhamdulillah respon masyarakat luar biasa, saya senang bisa berbagi keberkahan. Yang penting semua bisa makan, kenyang, dan senang,” ujar Ibu Yati ramah saat ditemui di sela-sela kesibukannya melayani pembeli.
Kehadiran Rumah Makan 10 Ribu di depan Pasar Seken ini membuktikan bahwa pelaku usaha kecil pun mampu memberikan dampak sosial yang besar bagi kesejahteraan masyarakat. Kini, rumah makan tersebut bukan sekadar tempat mengisi perut, melainkan menjadi simbol kepedulian dan bukti nyata bahwa kemurahan hati dan rasa persaudaraan masih sangat hidup di tengah masyarakat Karimun.
Warga pun berharap, rumah makan ini dapat terus bertahan dan beroperasi selamanya, serta menginspirasi pelaku usaha kuliner lain untuk turut memberikan pelayanan terbaik dengan harga yang tetap ramah di kantong masyarakat. (***Hariono)