Kadis Kesehatan Natuna Sebut, RSUD Jalin Kerjasama Dengan Tiga Perguruan Tinggi Untuk Penuhi Kebutuhan Dokter

NATUNA- harianmetropolitan.co.id- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah, mengapresiasi langkah Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna, karena menjalin kerjasama dengan tiga perguruan tinggi, diantaranya Universitas Indonesia, Universitas Negeri Surakarta, dan Universitas Andalas. Menurutnya, kerjasama ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di Natuna. Hal itu ia sampaikan, Selasa 2 Juni 2026.

Sementara itu, Direktur RSUD Natuna, Ari Fajarudi, di Natuna, saat dikonfirmasi juga membenarkan jika telah ada tiga perguruan tinggi yang telah dijalin kerjasama. Ia mengaku, melalui kerja sama tersebut ketiga perguruan tinggi mengirimkan dokter yang sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) atau dokter residen untuk belajar sekaligus mempraktikkan ilmu yang diperoleh di RSUD Natuna dalam jangka waktu tertentu.

(Foto: Direktur RSUD Natuna, dr. Ari Fajarudi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya)

“Terkait dokter residen (kerja sama), ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Natuna dengan institusi pendidikan, yang kemudian ditindaklanjuti RSUD Natuna bersama dekan fakultas kedokteran di masing-masing perguruan tinggi,” ucapnya.

Dokter residen yang saat ini menjalani praktik di RSUD Natuna berasal dari berbagai bidang spesialis, antara lain kesehatan anak, obstetri dan ginekologi, penyakit dalam, bedah, mata, THT, psikiatri, neurologi, anestesi, serta kedokteran fisik dan rehabilitasi.

Selain melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, RSUD Natuna juga memenuhi kebutuhan dokter spesialis melalui Program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PDGS) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Terkait PDGS, usulan diajukan oleh RSUD Natuna kepada Kementerian Kesehatan melalui aplikasi yang telah disediakan,” katanya.

Ari menambahkan, RSUD Natuna saat ini juga telah memiliki sejumlah dokter spesialis tetap berstatus aparatur sipil negara (ASN), di antaranya dokter spesialis anak, obstetri dan ginekologi, radiologi, patologi klinik, serta konservasi gigi.

“Saat ini ada beberapa dokter ASN kita tengah menempuh pendidikan spesialis, harapannya ke depan kita sudah mandiri dan memiliki dokter spesialis yang tetap untuk semua jenis layanan,” katanya. (***Advetorial)

 

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan

Exit mobile version