
NATUNA, harianmetropolitan.co.id – PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Ranai memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Biosolar di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, dalam kondisi aman. Konsumsi kedua jenis BBM tersebut masing-masing mencapai sekitar 26 kiloliter (KL) per hari.
Kepastian ini disampaikan Fuel Terminal Manager PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Ranai, Ade Pranoto, menanggapi pertanyaan mengenai ketersediaan dan penyaluran BBM di Natuna, di tengah laporan kelangkaan Pertalite dan Solar di sejumlah daerah di Indonesia.
“Untuk data ini dapat kami infokan bahwa pemakaian masyarakat Natuna sekitar 26 KL Biosolar dan 26 KL Pertalite per hari. Stok aman,” ujar Ade Pranoto, Senin, 26 Oktober 2026.
Berdasarkan angka konsumsi tersebut, kebutuhan Pertalite dan Biosolar di Natuna mencapai sekitar 52 KL atau 52.000 liter per hari. Besarnya kebutuhan ini menunjukkan pentingnya menjaga kelancaran pasokan BBM untuk menunjang aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
Sebagai wilayah kepulauan yang berada di kawasan perbatasan, Natuna memiliki ketergantungan terhadap transportasi darat dan laut. Ketersediaan BBM menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung mobilitas warga, distribusi barang, kegiatan perdagangan, hingga sektor perikanan.
Pertalite umumnya digunakan untuk kendaraan bermotor berbahan bakar bensin. Sementara itu, Biosolar banyak dimanfaatkan untuk kendaraan bermesin diesel serta berbagai kegiatan usaha yang membutuhkan bahan bakar jenis tersebut.
Meski Pertamina memastikan stok secara umum dalam kondisi aman, kelancaran penyaluran di lapangan tetap menjadi perhatian. Ketersediaan BBM di tingkat terminal perlu dibedakan dari kondisi pasokan di setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), yang juga dipengaruhi proses distribusi dan kebutuhan di masing-masing wilayah.
Karena itu, pemantauan distribusi menjadi penting agar pasokan BBM dapat menjangkau masyarakat sesuai kebutuhan, termasuk di wilayah yang memiliki tantangan geografis seperti Natuna.
Kepastian stok ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kelangkaan BBM. Namun, kelancaran distribusi hingga ke SPBU tetap menjadi faktor penting untuk memastikan konsumen dapat memperoleh bahan bakar ketika dibutuhkan.
Pertamina diharapkan terus menjaga pasokan dan distribusi Pertalite maupun Biosolar agar kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Natuna tetap terpenuhi.
Masyarakat juga diimbau menggunakan BBM sesuai kebutuhan serta memanfaatkan saluran resmi Pertamina untuk memperoleh informasi atau menyampaikan pengaduan apabila menemukan kendala penyaluran di lapangan. (Manalu)
Editor: Erwin