
KARIMUN, harianmetropolitan.co.id — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Tuah Serumpun Rayon II Kabupaten Karimun secara resmi menyelenggarakan Seleksi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jenjang SMP Tahun 2026. Ajang bernuansa budaya Melayu ini mengusung tema “Merawat Budaya, Mencerdaskan Bangsa” dan berhasil menyedot antusiasme puluhan siswa dari berbagai sekolah negeri maupun swasta.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula SMP Negeri 1 Kundur dan SMP Negeri 2 Kundur ini menjadi langkah krusial dalam program Revitalisasi Bahasa Melayu. Pelestarian bahasa ibu dipandang mendesak mengingat tantangan globalisasi serta dinamika keragaman etnis siswa di lingkungan sekolah yang berpotensi mengikis minat generasi muda terhadap khazanah sastra lokal.
Menembus Guyuran Hujan Demi Kelestarian Melayu
Sejak pagi pukul 08.00 WIB, suasana registrasi tetap hangat meski diwarnai kendala cuaca berupa hujan lebat. Tantangan alam yang menyebabkan sebagian peserta terlambat hadir tidak mengorbankan semangat panitia dan peserta.
Acara resmi dibuka pada pukul 09.00 WIB oleh Yusnani, selaku Koordinator Korwil UPT Bidang Pendidikan Kecamatan Kundur. Pembukaan dihadiri oleh jajaran pembina, penasihat Heri Purwanto, Ketua Panitia Hendri Susanto, beserta panitia pelaksana dari guru-guru bahasa Indonesia se-Rayon II.
“Seleksi ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wadah membangun rasa bangga dan kepercayaan diri siswa untuk aktif mengeksplorasi warisan budaya Melayu—baik dalam bentuk seni pertunjukan, lisan, maupun tulisan,” ungkap panitia dalam laporan resminya.
(Deskripsi Foto: Rangkaian Kegiatan Seleksi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI))
Partisipasi dan Kompetisi 5 Cabang Lomba
Sebanyak 87 peserta yang berasal dari 22 sekolah di wilayah Rayon II (meliputi wilayah Kundur, Moro, Belat, Ungar, Durai, Kundur Barat, dan Kundur Utara) berlaga dalam lima cabang kompetisi:
-
Pidato Bahasa Melayu: Cabang dengan minat tertinggi, diikuti oleh 22 peserta.
-
Dendang Syair Melayu: Diikuti oleh 18 peserta.
-
Mendongeng Bahasa Melayu: Diikuti oleh 17 peserta (dilaksanakan di Aula SMPN 1 Kundur).
-
Menulis Cerpen Bahasa Melayu: Diikuti oleh 17 peserta.
-
Menulis Aksara Arab Melayu: Diikuti oleh 13 peserta.
Daftar Pemenang Seleksi FTBI Rayon II Karimun 2026
Setelah melalui penilaian intensif oleh 10 dewan juri ahli, acara penutupan dan pengumuman pemenang dilaksanakan pada pukul 16.00 WIB. Para pemenang terbaik di tiap cabang adalah sebagai berikut:
-
Menulis Aksara Arab Melayu
-
Juara 1: British Zio Yanda (SMPN 1 Kundur) – Nilai: 92,5
-
Juara 2: Nurul Hikmah (SMPN 1 Kundur Barat) – Nilai: 90
-
Juara 3: Siti Najiha (SMPN 3 Kundur Utara) – Nilai: 87,5
-
-
Mendongeng Bahasa Melayu
-
Juara 1: Wowrilah (SMPN 3 Kundur Utara) – Nilai: 184
-
Juara 2: Maslia Safta Guita Putri Azri (SMPN 1 Ungar) – Nilai: 178
-
Juara 3: Afifa Rizki Syafira (SMPN 1 Kundur) – Nilai: 176
-
-
Menulis Cerpen Bahasa Melayu
-
Juara 1: Ira Ashilla (SMPN 2 Kundur) – Nilai: 80
-
Juara 2: Renava Fransisca (SMPN 1 Moro) – Nilai: 77
-
Juara 3: Ayudia Putri (SMPN 1 Kundur) – Nilai: 76
-
-
Pidato Berbahasa Melayu
-
Juara 1: Arya Eka Pratama (SD-SMPN 3 Satap Kundur) – Nilai: 367
-
Juara 2: Widya Safitri (SMPN 3 Kundur Utara) – Nilai: 366
-
Juara 3: Humairoh (SD-SMPN 3 Satap Belat) – Nilai: 352
-
-
Dendang Syair Melayu
-
Juara 1: Muhammad Reza (SMPN 2 Kundur Barat) – Nilai: 188
-
Juara 2: Melqis Asha Syifa (SMPN 3 Kundur Barat) – Nilai: 175
-
Juara 3: Nursakinah (SMPN 2 Moro) – Nilai: 156
-
Sebagai bentuk komitmen transparansi administrasi, panitia melaporkan total anggaran pelaksanaan kegiatan sebesar Rp7.550.000, yang bersumber dari kontribusi pendaftaran 22 sekolah (Rp6.450.000) dan kas MGMP Bahasa Indonesia (Rp1.100.000). Realisasi pengeluaran kegiatan mencatatkan angka sebesar Rp7.172.000, mencakup dana pembinaan 5 cabang lomba, honorarium dewan juri, trofi, perlengkapan ATK, spanduk, hingga konsumsi seluruh peserta dan undangan.
Pasca seleksi ini, para pemenang utama di setiap cabang lomba tidak langsung berpuas diri. Panitia mengarahkan para guru pembina di sekolah masing-masing untuk segera memberikan pembinaan intensif guna mempersiapkan para utusan Rayon II melaju ke ajang FTBI Tingkat Kabupaten Karimun mendatang. (***ZAF)