Kegiatan FTBI Jenjang SMP 2026, Lestarikan Bahasa Ibu dan Penguatan Pendidikan Karakter

KARIMUN, harianmetropolitan.co.id – Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi membuka perhelatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tingkat Kabupaten tahun 2026 yang dipusatkan di SMP Negeri 2 Tebing, Kamis 5 November 2026. Agenda tahunan ini digelar sebagai wadah penguatan pendidikan karakter, etika moral, sekaligus melestarikan bahasa Melayu di kalangan peserta didik.

Pembukaan perhelatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Karimun yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setda Karimun, Abdullah. Turut hadir pula Kepala Bidang Pembinaan SMP, Hendri serta  Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SMP, Ermita Selviana, Koordinator Analis Kebijakan Muda Bidang Pembinaan SMP, Kusmaydi, jajaran Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) 1 dan MKKS 2, dewan juri, panitia pelaksana, guru pendamping, serta para peserta delegasi dari berbagai sekolah.

(Deskripsi Foto : Rangkaian Kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu. doc.ZAF_harianmetropolitan.co.id)

Sebanyak 30 peserta yang tersaring dari hasil seleksi ketat di wilayah MKKS 1 dan MKKS 2 unjuk kebolehan dalam lima cabang utama perlombaan, meliputi Menulis Cerita Pendek Berbahasa Melayu, Mendongeng Berbahasa Melayu, Pidato Berbahasa Melayu, Menulis Aksara Tulisan Arab Melayu, dan Mendendang Syair.

Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karimun, Ermita Selviana, menegaskan bahwa FTBI bukan sekadar ajang kompetisi mengejar prestasi, melainkan langkah nyata benteng pertahanan bahasa ibu di tengah pesatnya perkembangan zaman. Melalui bahasa daerah, adat istiadat serta nilai sopan santun warisan leluhur dapat terus ditanamkan kepada generasi muda.

“Kami berharap ajang ini dapat melahirkan talenta muda yang memiliki kecintaan mendalam terhadap bahasa daerahnya. Kepada seluruh peserta, bertandinglah dengan semangat dan junjung tinggi sportifitas. Jangan sampai bahasa ibu kelak hanya menjadi bahasa kenangan, melainkan harus tetap menjadi kebanggaan yang terus kita lestarikan,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten II Setda Karimun, Abdullah, menyampaikan bahwa selain penyerapan ilmu pengetahuan umum, pembentukan etika moral dan karakter siswa menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Pihaknya mengapresiasi tingginya antusiasme para siswa SMP yang mengikuti tahapan seleksi berjenjang dari tingkat sekolah hingga kabupaten.

“Festival ini menjadi pondasi dasar kita dalam menggerakkan dan mengembangkan kebudayaan bahasa Melayu melalui ajang kompetisi. Melalui saringan seleksi yang ketat, para peserta terbaik yang terpilih hari ini diharapkan mampu melangkah lebih jauh membawa nama harum daerah hingga ke tingkat provinsi dan nasional,” jelasnya.

Ajang FTBI jenjang SMP ini diharapkan dapat melahirkan perwakilan Kabupaten Karimun yang siap bersaing pada perhelatan tingkat Provinsi Kepulauan Riau mendatang. (***ZAF)

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan

Exit mobile version