
NATUNA, harianmetropolitan.co.id – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Natuna melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap penjualan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pasar Rakyat Ranai, Jumat, 30 Oktober 2026.
Sidak tersebut melibatkan Perum Bulog Cabang Natuna, Polres Natuna, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Natuna, serta Badan Pangan Nasional.
Sidak dilakukan untuk mengantisipasi praktik pengoplosan dan pengemasan ulang (repacking) beras SPHP, menyusul terungkapnya kasus dugaan pengemasan ulang beras program pemerintah dari kemasan lima kilogram menjadi 50 kilogram di kawasan Matraman, Jakarta Timur.
Pada sidak teresbut, tim gabungan memeriksa sejumlah kios pedagang yang menjadi mitra Perum Bulog.
Petugas mengecek kemasan beras yang dijual sekaligus memberikan imbauan agar pedagang tidak membuka, mencampur, ataupun mengemas ulang beras SPHP.
Kepala Perum Bulog Cabang Natuna, Pencius Siburian, mengatakan sidak bertujuan memastikan tidak ada praktik kecurangan dalam penjualan beras SPHP di wilayah Natuna.
“Menindaklanjuti kejadian di Jakarta terkait beras SPHP dari kemasan lima kilogram yang dikemas kembali menjadi 50 kilogram, kami turun ke pasar bersama pihak terkait untuk memastikan apakah di Natuna ada indikasi kecurangan, baik pengoplosan maupun pengemasan ulang,” ujarnya.
Ia menegaskan, beras SPHP harus dijual sesuai ketentuan yang berlaku dan tetap menggunakan kemasan aslinya.
Pencius menyebut, beras SPHP dalam kemasan lima kilogram tidak boleh dibuka untuk dijual kembali secara eceran dalam bentuk yang tidak sesuai ketentuan, termasuk melalui pengemasan ulang.
Terkait sanksi, Pencius mengatakan bahwa pedagang mitra Bulog yang terbukti melakukan pengoplosan atau pengemasan ulang tidak sesuai ketentuan dapat kehilangan status kemitraannya.
“Jika ditemukan pedagang yang melakukan pengoplosan beras SPHP, kemitraannya dengan Bulog akan dihapus dan di-blacklist. Untuk tindakan hukum lainnya, akan kami koordinasikan dengan pihak terkait,” tegasnya.
Terkahir, Ia juga memastikan ketersediaan beras di Bulog tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan pedagang dan masyarakat di Kabupaten Natuna. (Manalu)
Editor: Erwin