
Ketidakpastian ini semakin diperkuat dengan kondisi keuangan APBD Kabupaten Natuna yang masih harus memfokuskan anggaran APBD pada penanganan pandemi covid19.
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Natuna, Benny Suparta. Namun, ia tetap berusaha optimal agar perhelatan olahraga tingkat provinsi itu dapat terselenggara. “Saya akan berkoordinasi dengan Bupati dan DPRD, untuk meminta petunjuk terkait kesiapan Natuna sebagai tuan rumah Porprov Kepri,” katanya, Rabu 3 Maret 2021, usai menghadiri rapat penanganan Karhutla di aula Kantor Bupati Natuna.
Benny Suparta menerangkan, saat ini para atlet dari berbagai cabor masih melakukan pelatihan secara mandiri di lokasi latihan masing-masing.
Diakuinya ada Ranperda keolaharagaan diusulkan oleh Dispora, dan sudah diserahkan ke Kabag Hukum, untuk dikaji kembali. Pemkab Natuna tetap mendukung setiap prestasi, karena mereka juga merupakan pahlawan daerah.
“Mudah-mudahan kita bisa menemukan solusi antara Pemerintah Eksekutif dan Legeslatif sehingga Ranperda tersebut bisa diakomodir,” katanya.
Semoga Ranperda keolahragaan, dapat disetujui sehingga peningkatan SDM disetiap cabor, bisa berjalan dengan baik.
Bukti keseriusan dirinya sebagai Kadispora, telah melakukan pelatihan pada tahun 2020 kepada tenaga olahraga dengan jumlah peserta 70 orang, dilakukan di Kecamatan Pulau Laut, Subi, Midai, Suak Midai, Serasan dan Sersan Timur.
Semoga ada solusi, mengingat tahun 2022 giat tersebut akan dilaksanakan. “Mari kita manfaatkan waktu yang sangat tipis ini untuk meraih prestasi,”katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna, Hendra Kusuma, mengaku, bahwa pemerintah daerah selalu berupaya mengembangkan potensi atlet lewat. Namun, saat ini ia berharap agar para atlet bersabar mengingat kondisi keuangan APBD Natuna memang sedang “terseok-seok”.
“Untuk Ranperda, kami akan membahas, semoga ada solusi untuk pembinaan olahraga di Natuna,” katanya, Selasa 3 Maret 2021. (*Rian)