
KARIMUN-harianmetropolitan.co.id- Persoalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani, mendapat atensi serius dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karimun, Raja Rafiza. Politisi Partai Golkar itu mengaku sudah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak RSUD Muhammad Sani, membahas tata kelola pelayanan, ketersediaan obat termasuk anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Hal ini disampaikan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin 13 Juli 2026.
RDP ini dilakukan sebagai bagian dari tugas dan fungsi dewan dibidang pengawasan. Dalam RDP tersebut, para anggota dewan mendapati persoalan yang perlu dibenahi khususnya Sumber Daya Manusia (SDM). Selain masalah SDM, perbaikan tata kelola pelayanan juga menjadi atensi, karena selama ini DRPD Karimun sudah mendengar keluhan-keluhan tersebut.
“Kami ingin tata kelola pelayanan ditingkatkan termasuk pengelolaan anggaran sesuai regulasi. Sebab. dalam pembahasan anggaran, DPRD Karimun selalu mengawal dan memprioritaskan anggaran kesehatan, khususnya di RSUD,” ucapnya.
Baginya, pelayanan dasar masyarakat tidak boleh ditawar-tawar, harus prioritas. Selain itu, ia juga mengomentari persoalan banyaknya anak-anak dibawah umur terlihat mengemis di jalanan. Momok ini tentu sangat tidak baik dipandang mata. “Kami sering mendapat laporan dari pihak hotel, jika anak-anak itu mengejar tamu sampai ke lobi untuk meminta-minta uang,” ucapnya.
Oleh sebab itu, pihaknya akan memberikan atensi terkait persoalan ini, khususnya mengawasi kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. “Stakeholder terkait harus turun kelapangan melakukan penertiban dan pembinaan,” ucapnya. (***Rian/Hariono)