DANA RESES DEWAN CAIR, SAAT PEMBAHASAN EFISIENSI ANGGARAN

NATUNA-harianmetropolitan.co.id- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Natuna, Rusdi, tidak bergeming kala dikonfirmasi wartawan terkait pembayaran dana reses dewan tahun 2025. Ia langsung mengarahkan wartawan untuk melakukan klarifikasi ke Sekretaris Dewan (Setwan), Edi Priyoto, terkait hal tersebut.

Sementara, Edi Priyoto, membenarkan jika ada pembayaran dana reses dewan senilai Rp1,2 miliar. Dana itu dicairkan atas permintaan DPRD Natuna ke Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Natuna.

Melalui pesan whatsApp, Rabu 26 Februari 2025, Edi mengaku jika dana reses dicairkan hanya Rp1,2 miliar. Dana itu sudah dicairkan ke seluruh anggota dewan, karena kegiatannya sudah dilaporkan. “Setau saya turun semua, soalnya semua laporan reses sudah masuk dan sudah dilaporkan,” ucapnya.

Pelaksanaan reses dewan sendiri dilakukan sejak tanggal 7 Februari sampai 12 Februari 2025 untuk daerah pemilihan  (Dapil) I, sedangkan Dapil II dan III dilaksanakan tanggal 12 – 18 Februari 2025.

Ia mengaku, jika urgensi pencairan dana reses ini karena ada mata anggarannya. Sekwan mengajukan pencairan ke BPKPD Natuna berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2025. “Sekwan mengajukan ke BPKPD Natuna,” ucapnya.

Hal ini tentu menjadi tanda tanya, karena pada awal bulan Februari, Tim Anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna masih membahas efisiensi anggaran. Perkada utang tahun 2025 saja baru diregistrasi tanggal 14 Februari 2025. Ini artinya, dana reses dewan tidak masuk kategori efisiensi?

Hiruk pikuk pencairan dana reses dewan, ditengah utang pada pihak ketiga belum terbayarkan menandakan anggota dewan seakan tidak “berempati” pada penderitaan para kontraktor.

Padahal, penyelesaian utang, khususnya untuk pihak ketiga ternyata sudah di instruksikan langsung oleh Kementrian Dalam Negeri melalui surat edaran Menteri Dalam Negeri. Point penting dalam surat erdaran itu tertulis jelas, jika belanja bersifat wajib, antara lain, pengawasan, pembayaran iuran pensiun, pembayaran iuran kesehatan, pembayaran cicilan pinjaman dan kewajiban pada pihak ketiga.

Celakanya, ditengah ketidakpastian kapan pembayaran utang, justru dana reses dewan tahap pertama cair mencapai Rp1,2 miliar. (***Rian)

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan

Exit mobile version