BKHIT Natuna Pastikan Sapi Bebas Penyakit PMK Sebelum Dikirim ke Luar

NATUNA, harianmetropolitan.co.id- Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kepulauan Riau Satuan Pelayanan Natuna memastikan 25 ekor sapi yang akan dikirim keluar daerah dalam kondisi sehat dan terbebas dari penyakit PMK (Penyakit Mulut dan Kuku). Hal ini dibuktikan melalui hasil uji sampel darah yang dilakukan di laboratorium telah terakreditasi, Kamis 3 Maret 2025.

Kepala BKHIT Provinsi Kepulauan Riau, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa sebelum pengiriman, sampel darah dari sapi-sapi milik peternak Natuna tersebut telah diuji. Pernyataan ini disampaikan Iwan Setiawan saat memantau kondisi sapi di Pelabuhan Tanjung Payung Penagi.

“Sebelum pengiriman, sampel darah dari 25 ekor sapi yang memiliki nilai ekonomi sekitar 500 juta rupiah telah diuji di laboratorium terakreditasi. Kami memastikan sapi-sapi ini bebas dari PMK, yang terbukti melalui hasil uji laboratorium,” ujar Iwan Setiawan.

Selain itu, pengiriman sapi ini harus dilengkapi dengan dokumen-dokumen pendukung, seperti Surat Keterangan Vaksinasi, Surat Veteriner, Surat Pemeriksaan Kesehatan Hewan, dan Sertifikat Hasil Pengujian. Jika semua dokumen lengkap dan hasil uji laboratorium menunjukkan negatif, maka Surat Kesehatan Hewan (KH-1) akan diterbitkan sebagai bukti bahwa sapi-sapi tersebut sehat dan memenuhi persyaratan untuk pengiriman keluar Natuna.

Baca Juga :  Kapolsek B.Timur Turun Tangan Tangani Karhutla

Kerjasama antara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Natuna dengan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau terus dilakukan untuk menjaga kualitas ternak sapi asal Natuna sebagai salah satu sumber lumbung sapi di Provinsi Kepulauan Riau.

Sebagai informasi, Natuna saat ini masih terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi, kambing, dan hewan lainnya, yang dibuktikan dengan surat keterangan bebas vaksinasi. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor 620 Tahun 2025 yang mengatur kewaspadaan terhadap penyebaran PMK.

Pihak terkait juga mengimbau kepada seluruh peternak, baik sapi, kambing, maupun hewan lainnya, untuk selalu menjaga kesehatan hewan dan kebersihan kandang. Memberikan pakan yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan ternak, serta rutin membersihkan kandang dan lingkungan, sangat penting untuk menjaga kesehatan hewan dan mencegah penyebaran penyakit yang bisa menjangkiti manusia.

Peternak juga diminta untuk waspada terhadap gejala-gejala penyakit pada ternak mereka dan segera melaporkan ke dinas setempat atau dokter hewan karantina terdekat jika ditemukan gejala sakit pada hewan. (**Hn)

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan