Proyek Jalan Kementrian PUPR Asal Jadi, Keluhan Masyarakat Tidak Didengar?

KALBAR, harianmetropolitan.co.id- Proyek peningkatan Jalan Gambir dari Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga, tahun 2026 senilai Rp18,834,044,213 di Kota Singkawang- Kalimantan Barat, dikeluhkan kualitasnya oleh masyarakat sekitar, lantaran pekerjaan asal jadi, terutama pengerjaan aspal dan pembangunan Box Culvert, tidak sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB).

Hasil investigasi mengungkap fakta jika permukaan aspal tampak retak dan tidak rata. Selain itu, pembangunan Box Culvert tidak mengikuti RAB, lantaran proses pengerjaan beton dilakukan secara manual.

“Modusnya”, perusahaan pemenang tender, yakni PT Cakrawala Surya Raya, menyewa satu unit mobil truk mixer. Para pekerja disuruh melakukan pengecoran di mobil truk mixer, setelah itu dibawa ke lokasi proyek.

Lokasi pengecoran manual itu sekitar 2 KM dari lokasi proyek. Modus ini patut diduga untuk mengelabui Direktorat Jenderal Bina Marga, seolah-olah beton tersebut diproduksi dari Batching Plan.

Padahal, dalam RAB, mutu beton yang harus digunakan untuk membangun Box Culvert tersebut adalah FC 20/ K-250. Jika proses campuran bahan material beton dilakukan tidak melalui Batching Plan, bagaimana mutu beton dapat dipertanggungjawabkan?

Ironisnya, Musa selaku pengawas dari Balai Jalan Nasional Kalimantan Barat, saat dikonfirmasi, Jumat 5 Juni 2026, bersikeras mengaku jika mutu beton sudah sesuai RAB yakni FC 20. Selain itu, mutu beton juga akan di uji. Saat ditanya, mengapa proses campuran semen tidak melalui Batching Plan, ia menghindar dan pergi meninggalkan wartawan.

Menurut pengakuan pekerja, proyek itu seharusnya memakai mutu beton readymix, karena pengecoran manual sangat berbahaya apalagi daerah tersebut sering dilalui mobil truk, dikhawatirkan Box Culvert amblas, karena mutu beton “asal-asalan”.

Sementara itu, PT Cakrawala Surya Raya saat dikonfirmasi tidak dapat ditemui dilokasi proyek. Bahkan, konsultan pengawas proyek itu, yakni PT Kurnia Citra Nusa, JO. PT Bintang Inti Rektama, JO. PT Lima Pilar Persada, tidak ditemukan berada dilokasi untuk mengawasi. (***Red/Dn)

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan

Exit mobile version