Sembilan Dapur MBG di Natuna Diresmikan

NATUNA, harianmetropolitan.co.id – Badan Gizi Nasional (BGN) meresmikan sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Meski telah dinyatakan siap beroperasi, dapur-dapur tersebut belum dapat melayani penerima manfaat karena masih menunggu anggaran operasional.

Peresmian sembilan dapur SPPG itu dilakukan bersamaan dengan peresmian 980 SPPG 3T yang tersebar di 16 provinsi di wilayah Indonesia bagian barat, Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di Aceh Besar.

Dari total 980 dapur yang diresmikan, sebanyak 691 dapur berada di wilayah Sumatera, sedangkan 289 lainnya tersebar di Kalimantan dan Bali.

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Natuna, Luthsia Widi Febiana, mengatakan sembilan SPPG di Natuna telah memenuhi persyaratan peresmian, termasuk penyelesaian pembangunan dan ketersediaan kepala SPPG.

“Untuk sembilan SPPG 3T ini sudah diresmikan dan siap beroperasi. Peresmiannya telah dilakukan bersamaan dengan peresmian SPPG 3T untuk 16 provinsi di wilayah barat,” kata Luthsia kepada wartawan harianmetropolitan, Kamis, 15 Oktober 2026.

Namun, peresmian tersebut belum diikuti dengan dimulainya pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Luthsia, setiap dapur masih membutuhkan anggaran operasional yang harus masuk terlebih dahulu ke rekening virtual atau Virtual Account masing-masing SPPG.

“Kalau informasi yang kami dapatkan, sejauh ini baru peresmiannya. Untuk operasionalnya, kami belum mendapat arahan lebih lanjut,” ujarnya.

Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari sejumlah kepala SPPG di daerah terpencil, anggaran untuk memulai operasional awal belum tersedia. Kondisi tersebut membuat dapur yang telah siap secara fasilitas dan sumber daya manusia belum dapat menyalurkan makanan bergizi kepada masyarakat sasaran.

“Untuk memulai operasional awal, harus ada anggaran masuk terlebih dahulu di dalam Virtual Account SPPG. Informasi yang saya dapat dari kepala SPPG untuk daerah terpencil, anggarannya belum ada yang masuk,” kata dia.

Sembilan SPPG 3T yang telah diresmikan tersebar di sejumlah kecamatan di Natuna. Di Kecamatan Bunguran Barat, terdapat SPPG Sedanau, Mekar Jaya, dan Binjai.

Selanjutnya, SPPG Batu Berlian berada di Kecamatan Serasan, SPPG Teluk Buton di Kecamatan Bunguran Utara, dan SPPG Kadur di Kecamatan Pulau Laut.

Tiga dapur lainnya adalah SPPG Sabang Mawang dan SPPG Sededap di Kecamatan Pulau Tiga serta SPPG Selading di Kecamatan Pulau Tiga Barat.

Keberadaan dapur-dapur tersebut diharapkan memperluas jangkauan program MBG hingga ke pulau-pulau dan daerah terpencil di Natuna, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan pemenuhan gizi.

Luthsia menjelaskan, penentuan wilayah sasaran SPPG 3T turut mempertimbangkan jumlah penerima manfaat. Daerah dengan jumlah sasaran di bawah 1.000 orang termasuk dalam kriteria wilayah terpencil yang menjadi sasaran layanan tersebut.

Meski sembilan dapur telah diresmikan, masih terdapat lima titik SPPG 3T di Natuna yang belum masuk dalam peresmian. Kelima titik tersebut belum memiliki kepala SPPG sehingga masih harus memenuhi persyaratan sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.

Sementara itu, jumlah penerima manfaat program MBG di Kabupaten Natuna telah mencapai 22.961 orang hingga Oktober 2026. Penerima manfaat tersebut mencakup peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Sejauh ini penerima manfaat MBG di Kabupaten Natuna sudah mencapai 22.961 orang,” ujar Luthsia.

Peresmian sembilan SPPG 3T di Natuna menjadi bagian dari upaya memperluas pelayanan program MBG ke wilayah perbatasan. Namun, dapur-dapur tersebut masih membutuhkan kepastian anggaran operasional dan arahan resmi dari BGN agar dapat segera mulai melayani masyarakat.

Dengan demikian, kesiapan fasilitas belum sepenuhnya menjamin dimulainya pelayanan. Ketersediaan dana operasional menjadi salah satu faktor yang menentukan kapan sembilan dapur tersebut dapat menjalankan distribusi makanan bergizi bagi penerima manfaat di Natuna. (Manalu)

Editor: Erwin

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan