Harga Ikan Tongkol Mahal di Natuna, Warga Keluhkan Beban Belanja

NATUNA, harianmetropolitan.co.id – Harga ikan tongkol di Pasar Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, dilaporkan mengalami kenaikan hingga Rp30 ribu–Rp35 ribu per kilogram pada 20 Oktober 2026. Kenaikan harga ikan yang menjadi salah satu lauk utama masyarakat pesisir itu menambah beban belanja rumah tangga.

Berdasarkan pemberitaan pantauan media ini, harga tongkol biasa mencapai Rp30 ribu per kilogram, sedangkan tongkol putih atau dabat dijual sekitar Rp35 ribu per kilogram. Harga tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan harga yang sebelumnya berkisar Rp18 ribu–Rp25 ribu per kilogram.

Kenaikan harga ini diduga berkaitan dengan terbatasnya pasokan ikan di pasar akibat berkurangnya hasil tangkapan nelayan. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli ikan sebagai kebutuhan pangan sehari-hari.

Bagi warga Natuna, ikan tongkol bukan sekadar lauk, tetapi juga bagian dari kebiasaan konsumsi masyarakat setempat. Karena itu, kenaikan harga menjadi perhatian, terutama bagi keluarga dengan penghasilan terbatas.

Persoalan pasokan ikan di Natuna juga pernah terjadi ketika cuaca laut memburuk. Pada musim angin kencang, sebagian nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan. Akibatnya, ikan segar yang masuk ke pasar berkurang dan pedagang mengandalkan stok ikan beku. .

Kondisi ini menunjukkan bahwa harga ikan di wilayah kepulauan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan hasil tangkapan dan cuaca di laut. Ketika pasokan berkurang sementara kebutuhan masyarakat tetap tinggi, harga berpotensi meningkat.

Masyarakat berharap pemerintah daerah memantau perkembangan harga dan ketersediaan ikan di pasar agar kebutuhan pangan tetap terjangkau. (Manalu)

Editor: Erwin

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan