Barakati Indonesia Ajak Guru Natuna Kembangkan Bahan Ajar Berbasis Geopark

NATUNA, harianmetropolitan.co.id – Barakati Indonesia menggelar lokakarya pendidikan bagi guru sekolah dasar di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Rabu, 21 Oktober 2026.

Kegiatan ini mendorong pengembangan bahan ajar literasi dan numerasi berbasis potensi lokal dengan memanfaatkan lingkungan sekitar serta kekayaan Geopark Natuna sebagai sumber pembelajaran.

Lokakarya tersebut merupakan bagian dari rangkaian Ekspedisi Pulau Terluar (EPT) yang berlangsung di Desa Teluk Buton selama satu pekan, mulai 18 hingga 23 Oktober 2026.

Perwakilan Barakati Indonesia, Anas, mengatakan organisasinya merupakan yayasan sekaligus komunitas pemuda yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan wisata sukarela atau voluntrip.

Menurut dia, Barakati Indonesia berupaya membangun kapasitas pemuda sekaligus mendorong pengabdian masyarakat di wilayah pulau-pulau terluar, daerah tertinggal, hingga kawasan pedalaman di Indonesia.

“Untuk kegiatan di Natuna, kami melaksanakan Ekspedisi Pulau Terluar yang dipusatkan di Desa Teluk Buton selama satu minggu. Ada tiga fokus utama dalam kegiatan ini, yaitu kesehatan, pendidikan, serta pemberdayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia,” kata Anas.

Khusus bidang pendidikan, lokakarya menyasar guru sekolah dasar untuk memperkuat kemampuan dalam menyusun bahan ajar yang kontekstual. Pendekatan ini diharapkan membuat materi pelajaran lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa sehingga lebih mudah dipahami.

Dalam kegiatan tersebut, Barakati Indonesia menghadirkan dosen Universitas Pendidikan Indonesia, Neni Mulidah, sebagai pemateri. Peserta mendapatkan penguatan mengenai pengembangan bahan ajar berbasis living landscape, yakni pendekatan pembelajaran yang menjadikan lingkungan dan kehidupan sehari-hari sebagai sumber pengetahuan.

Melalui pendekatan tersebut, guru didorong untuk mengintegrasikan potensi alam, budaya, dan karakteristik wilayah Natuna ke dalam materi pembelajaran, termasuk untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa.

Anas mengatakan, pelaksanaan lokakarya di Natuna memiliki keistimewaan dibandingkan program serupa yang sebelumnya dilaksanakan di daerah lain. Jika kegiatan terdahulu hanya menjangkau lingkup kecamatan atau desa, kali ini lokakarya dapat dilaksanakan pada tingkat kabupaten.

Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Natuna, khususnya Dinas Pendidikan, yang turut membantu pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Natuna, yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. Harapannya, lokakarya ini dapat memberikan manfaat bagi guru dalam mengembangkan bahan ajar yang sesuai dengan potensi dan karakteristik daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, Ilham Kauli, menyambut baik inisiatif Barakati Indonesia tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Natuna.

Menurut Ilham, pemanfaatan potensi lokal sebagai bahan ajar dapat memperkaya proses pembelajaran sekaligus membantu siswa mengenal lingkungan, budaya, dan kekayaan alam daerahnya sendiri.

Ia juga menilai pengenalan Geopark Natuna melalui dunia pendidikan penting untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, serta warisan budaya yang dimiliki daerah.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kualitas pendidikan di Natuna. Pemanfaatan potensi lokal sebagai bahan ajar juga sejalan dengan program kita dalam pengembangan Geopark Natuna menuju pengakuan UNESCO,” kata Ilham.

Melalui lokakarya ini, Barakati Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Natuna diharapkan dapat mendorong lahirnya bahan ajar yang lebih kontekstual, meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa, serta memperkuat pengenalan potensi daerah sejak dini.

Kolaborasi antara komunitas pemuda, tenaga pendidik, dan pemerintah daerah tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan berbasis potensi lokal sekaligus mendukung pengembangan Geopark Natuna menuju pengakuan UNESCO. (Manalu)

Editor: Erwin

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan