
KARIMUN, harianmetropolitan.co.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karimun terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak. Melalui serangkaian program edukasi serta kolaborasi lintas sektor, Disdikbud Karimun bergerak masif untuk mencegah tindakan perundungan (bullying), kekerasan, dan sikap intoleransi di seluruh satuan pendidikan wilayah Karimun.
Upaya preventif ini diwujudkan melalui gencarnya dilakukan sosialisasi di sekolah-sekolah, yakni penyelenggaraan sosialisasi karakter, hingga menjalin kemitraan erat bersama aparat kepolisian setempat dan kejaksaan.
Langkah responsif dan edukatif ini mendapat dukungan penuh dari pihak kepolisian. Kapolres Karimun, AKBP Yunita Stevani, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif proaktif yang dilakukan oleh Disdikbud Kabupaten Karimun. Menurutnya, perlindungan anak di lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan pendekatan humanis dan persuasif.
“Kami sangat mendukung penuh langkah preventif yang diusung Disdikbud Karimun. Polres Karimun siap berkolaborasi melalui program-program seperti ‘Polisi Sahabat Anak’ dan pembinaan ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman hukum dasar serta dampak buruk perundungan sejak dini. Lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan adalah hak setiap anak,” ujar AKBP Yunita Stevani, Senin 26 Oktober 2026, di ruang kerjanya.
Komitmen Disdikbud Mendorong Sekolah Ramah Anak
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Grandy Regel Tuerah, menegaskan bahwa pencegahan kekerasan, perundungan, dan intoleransi menjadi salah satu prioritas utama pilar pendidikan di Kabupaten Karimun. Pihaknya bertekad memastikan bahwa setiap sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu akademis, tetapi juga rumah kedua yang menanamkan nilai moral dan toleransi.
“Kami ingin memastikan seluruh siswa di Karimun merasa aman dan bahagia saat belajar. Pencegahan perundungan dan intoleransi bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata melalui penguatan pendidikan karakter, keterbukaan kanal pengaduan, dan pengawasan berkala di setiap sekolah,” ungkap Grandy Regel Tuerah.
Penguatan Budaya Positif di Tingkat Dasar
Sektor pendidikan dasar menjadi perhatian utama dalam penanaman karakter sejak dini. Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Karimun, Linda Hariani, menjelaskan bahwa pembentukan karakter toleran dan saling menghargai harus dimaksimalkan pada anak usia sekolah dasar sebagai fondasi utama perkembangan mereka.
“Di tingkat Sekolah Dasar, kami mengedepankan pendekatan kasih sayang dan pembiasaan positif. Kami rutin mendorong sekolah untuk mengadakan kegiatan kebersamaan yang menumbuhkan rasa empati dan gotong royong, sehingga potensi gesekan atau perundungan dapat diantisipasi secara dini,” jelas Linda Hariani, saat dikonfrimasi via panggilan whatsApp.
Dukungan Positif dari Orang Tua Murid

Komitmen dan langkah nyata pemerintah daerah beserta kepolisian ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, khususnya para orang tua murid. Hardi Lestuma, salah satu orang tua murid di SDN 007 Karimun, mengaku merasa lebih tenang dan mengapresiasi perhatian besar yang diberikan pemerintah terhadap keamanan anak-anak di sekolah.
“Sebagai orang tua, tentu kami merasa sangat lega dan mengapresiasi langkah cepat Disdikbud dan Polres Karimun. Dengan adanya program sosialisasi dan keterlibatan aktif semua pihak, kami merasa anak-anak kami berada di lingkungan belajar yang tepat dan terlindungi,” tutur Hardi.
Melalui sinergi erat antara pemerintah daerah, kepolisian, tenaga pendidik, dan orang tua, Kabupaten Karimun optimistis mampu melahirkan generasi muda yang cerdas secara akademis, berkarakter mulia, serta menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kemanusiaan. (***ZAF)