
KARIMUN, harianmetropolitan.co.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Karimun hanya melaksanakan tiga kegiatan pelatihan tenaga kerja dengan total 45 peserta sepanjang 2026. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, ketika pemerintah daerah mampu menggelar tujuh kegiatan pelatihan dengan sekitar 100 peserta.
Keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan program peningkatan keterampilan tenaga kerja tersebut. Untuk mengatasi persoalan itu, Disnaker Karimun berencana memperkuat kerja sama dengan perusahaan dan Tim Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) Kabupaten Karimun.
Kepala Bidang Pelatihan Tenaga Kerja Disnaker Karimun, Armansyah, mengatakan seluruh kegiatan pelatihan yang dilaksanakan tahun ini masih bersumber dari APBD murni Kabupaten Karimun.
“Kalau dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, kita bisa melaksanakan tujuh kegiatan pelatihan dengan peserta mencapai 100 orang. Tahun ini hanya tiga kegiatan dengan total 45 peserta,” kata Armansyah saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 27 Oktober 2026.
Dari total 45 peserta, sebanyak 13 orang mengikuti pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum. Sebanyak 13 peserta lainnya mengikuti pelatihan pengelasan SCAW dan SMAW, sedangkan 19 orang mengikuti pelatihan pengelasan 4G.
Armansyah menjelaskan, berkurangnya jumlah kegiatan pelatihan berkaitan dengan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah. Meski demikian, Disnaker berupaya mencari alternatif pembiayaan agar pencari kerja tetap memperoleh kesempatan meningkatkan keterampilan.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah menjalin kolaborasi dengan perusahaan yang beroperasi di Karimun serta memperkuat sinergi dengan Tim TJSP yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Karimun.
“Kita akan melakukan terobosan melalui kerja sama kolaboratif dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Karimun serta bersinergi dengan Tim TJSP yang telah dibentuk Pemerintah Kabupaten Karimun,” ujar Armansyah.
Menurut dia, keterlibatan dunia usaha diharapkan dapat meningkatkan jumlah kegiatan dan peserta pelatihan sekaligus memastikan keterampilan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan industri di daerah.
Namun, Armansyah juga menyoroti persoalan pemerataan kesempatan mengikuti pelatihan yang diselenggarakan perusahaan. Ia mencontohkan pelatihan yang pernah dilaksanakan salah satu perusahaan di Pangke, Kecamatan Meral Barat.
Menurut dia, cakupan peserta pelatihan tersebut masih terbatas karena lebih banyak melibatkan warga yang tinggal di sekitar lingkungan perusahaan.
“Harapan kami, jika perusahaan menyelenggarakan pelatihan, jangan hanya melibatkan warga sekitar saja. Perlu ada keadilan dan pemerataan, sehingga peserta juga dapat berasal dari kecamatan lain di seluruh Kabupaten Karimun,” katanya.
Armansyah menilai pemerataan peserta penting agar kesempatan meningkatkan kompetensi tidak hanya dinikmati masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri. Pencari kerja dari kecamatan lain juga perlu memperoleh akses yang sama.
Dengan demikian, program pelatihan yang melibatkan perusahaan diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri, tetapi juga memperluas peluang kerja bagi masyarakat Karimun secara lebih merata.
Sementara itu, Ketua Tim TJSP Kabupaten Karimun, Ferry Kurniawan, belum memberikan penjelasan terperinci mengenai rencana kolaborasi tersebut. Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, ia menyampaikan sedang berada di luar daerah untuk mendampingi kontingen atlet Kabupaten Karimun.
“Saya masih di luar daerah, nanti kita atur waktu kalau sudah kembali ke Karimun ya, Pak,” tulis Ferry.
Rencana kerja sama antara Disnaker, Tim TJSP, dan perusahaan masih memerlukan pembahasan serta koordinasi lebih lanjut. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif untuk memperluas akses pelatihan di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
Tantangan berikutnya adalah memastikan program pelatihan tidak hanya menjangkau lebih banyak peserta, tetapi juga memberikan kesempatan yang proporsional kepada pencari kerja dari berbagai kecamatan di Kabupaten Karimun. (Aprilia)
Editor: Erwin