
KARIMUN, harianmetropolitan.co.id- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karimun berkolaborasi dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kepulauan Riau resmi membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Langkah strategis ini diambil sebagai wujud komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, ramah anak, serta bebas dari segala bentuk perundungan, kekerasan, maupun diskriminasi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Grandy Regel Tuerah, menegaskan bahwa pembentukan Pokja ini menjadi sarana penting untuk memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan di dunia pendidikan Karimun. Menurutnya, sekolah harus menjadi rumah kedua yang memberikan rasa aman dan menyenangkan bagi para siswa dalam menuntut ilmu.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap satuan pendidikan di Kabupaten Karimun menjadi lingkungan yang kondusif untuk belajar. Pembentukan Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman ini adalah langkah konkret kami bersama BPMP Kepri agar seluruh elemen sekolah—mulai dari guru, siswa, hingga staf—memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya menjaga iklim sekolah yang sehat dan ramah anak,” ujar Grandy Regel Tuerah, saat acara Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026.
Pada kesempatan yang sama, Widyaprada Ahli Muda BPMP Kepulauan Riau, Helvira Rosalia, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian dan langkah responsif Disdikbud Kabupaten Karimun. Ia menekankan bahwa BPMP Kepri siap memberikan pendampingan dan penjaminan mutu secara berkelanjutan agar program Pokja ini berjalan optimal.
“BPMP Kepri menyambut baik kolaborasi ini. Penjaminan mutu pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan terciptanya atmosfer belajar yang aman serta nyaman. Melalui Pokja ini, kita akan memperkuat implementasi kebijakan pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan secara terintegrasi,” jelas Helvira Rosalia, seperti dikutip dari gotvnews.co.id.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Kabupaten Karimun, Linda Hariani, menjelaskan perincian tindak lanjut dan teknis pelaksanaan program Pokja di tingkat sekolah dasar. Ia mengungkapkan bahwa pihak dinas akan terus memantau dan memberikan pembinaan berkala ke sekolah-sekolah demi memastikan prinsip sekolah aman dan nyaman benar-benar terealisasi di lapangan.
“Pembentukan Pokja ini akan ditindaklanjuti dengan sosialisasi dan pendampingan ke tiap-tiap sekolah, khususnya di tingkat SD. Kami ingin memastikan sekolah memiliki sistem penanganan dan pencegahan kekerasan yang jelas, sehingga para siswa dapat belajar dengan tenang, gembira, dan penuh percaya diri,” kata Linda Hariani.
Dengan terbentuknya Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman ini, diharapkan seluruh sekolah di Kabupaten Karimun dapat menjadi tempat tumbuh kembang yang ideal bagi generasi penerus bangsa, melahirkan siswa-siswi yang cerdas secara intelektual sekaligus memiliki karakter yang kuat. (***ZAF)