Pegadaian Natuna: Emas Lebih Tepat Jadi Tabungan Masa Depan

NATUNA, harianmetropolitan.co.id – Kepala Pegadaian Cabang (CP) Natuna, Jufriadi, mengimbau masyarakat agar menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang, bukan semata-mata untuk mengejar keuntungan dari fluktuasi harga dalam waktu singkat.

Hal ini disampaikan Jufriadi kepada awak media saat coffe morning di Ranai Squere, Kecamatan Bunguran Timur, Selasa, 3 November 2026.

Menurut Jufriadi, harga emas memang mengalami pergerakan naik dan turun. Kondisi tersebut juga mendorong sebagian masyarakat membeli emas dalam jumlah lebih banyak ketika harga mengalami penurunan.

“Memang ada beberapa masyarakat yang tiba-tiba membeli atau memborong emas. Tapi kalau di Natuna sendiri, lebih banyak yang berinvestasi untuk jangka panjang,” ujar Jufriadi.

Ia menjelaskan, emas lebih tepat diposisikan sebagai tabungan masa depan. Masyarakat dapat merencanakan berbagai kebutuhan dengan menabung emas, mulai dari biaya pendidikan anak, keperluan pernikahan hingga kebutuhan ibadah seperti umrah dan haji.

Jufriadi menilai investasi emas idealnya dilakukan dalam rentang waktu satu hingga lima tahun atau lebih. Sebab, membeli emas dalam waktu singkat dengan harapan memperoleh keuntungan dari kenaikan harga justru berisiko mengalami kerugian.

“Kalau tujuannya untuk keuntungan cepat, mungkin bukan untung yang didapat, tapi rugi. Emas itu bagusnya untuk pandangan ke depan, untuk pendidikan anak, ibadah, atau kebutuhan lainnya,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa emas bukan instrumen yang tepat untuk aktivitas jual beli dalam jangka sangat pendek. Bahkan ketika harga emas sedang naik, membeli emas hari ini lalu menjualnya dalam waktu dekat belum tentu memberikan keuntungan karena terdapat selisih harga jual dan beli.

Sebagai lembaga yang memfasilitasi masyarakat dalam berinvestasi, Pegadaian menyediakan sejumlah pilihan produk emas yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing.

Salah satunya melalui Tabungan Emas yang dapat dimulai dengan nominal relatif terjangkau, yakni mulai Rp10 ribu. Selain itu, tersedia pula layanan cicilan emas dengan pilihan mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram, serta emas dalam bentuk fisik.

“Sekarang tidak ada batasan. Tidak sanggup mencicil pun bisa menabung secara bertahap. Yang penting kita punya tujuan ke depannya,” jelasnya.

Kemudahan tersebut juga didukung layanan digital yang memungkinkan masyarakat melakukan transaksi tanpa harus datang langsung ke kantor Pegadaian. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan digital untuk menabung emas dengan lebih praktis.

Jufriadi menambahkan, masyarakat juga dapat menggunakan berbagai pilihan rekening bank yang tersedia dalam layanan tersebut sehingga proses transaksi menjadi lebih mudah.

Menurutnya, investasi emas tidak harus dilakukan dalam jumlah besar. Masyarakat cukup menyesuaikan dengan kemampuan finansial dan kebutuhan masing-masing.

“Tidak perlu harus banyak, tapi sesuai kebutuhan kita dan sesuai berapa yang kita mampu. Yang penting punya tujuan untuk masa depan,” pungkasnya.

Dengan demikian, masyarakat Natuna diharapkan dapat melihat emas sebagai sarana mempersiapkan kebutuhan masa depan secara bertahap, bukan sekadar mengejar keuntungan dari perubahan harga dalam jangka pendek. (Manalu)

Editor: Erwin

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan