Dihantam Ombak, Rumah Warga di Pulau Tiga Natuna Roboh, Kerugian Capai Rp50 Juta

NATUN, harianmetropolitan.co.id – Satu unit rumah warga di Desa Teluk Labuh, Kecamatan Pulau Tiga, Kabupaten Natuna, roboh setelah dihantam gelombang laut pada Senin, 3 November 2026 sekitar pukul 16.15 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp50 juta.

Rumah milik Hidayat (36) itu berada di kawasan pesisir yang rawan terdampak gelombang tinggi, terutama saat memasuki musim utara.

Kepala Desa Teluk Labuh, Muhammad Yusuf, mengatakan rumah tersebut dihuni satu keluarga yang terdiri dari empat orang, yakni Hidayat bersama istri dan dua anaknya.

Menurut Yusuf, gelombang laut yang menerjang kawasan tersebut cukup kuat hingga menyebabkan seluruh tiang penyangga rumah patah. Akibatnya, bangunan rumah ambruk dan terduduk di dasar laut.

“Memang kalau di Teluk Labuh ini kalau musim utara cukup ekstrem. Untuk kali ini memang separah itu, tiangnya habis semua patah sehingga rumah itu terduduk di dasar laut,” ujar Muhammad Yusuf, Selasa, 4 November 2026.

Saat kejadian, istri dan kedua anak Hidayat berada di dalam rumah. Sementara Hidayat sedang berada di luar dan dalam perjalanan pulang dari Sedanau.

Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Seluruh anggota keluarga berhasil selamat.

“Alhamdulillah, untuk fisik tidak ada korban, untuk luka-luka pun tidak ada,” ungkap Yusuf.

Pasca kejadian, pemerintah desa bersama masyarakat setempat langsung bergotong royong membantu mengeluarkan barang-barang dari rumah serta mengamankan kondisi bangunan. Keluarga korban juga telah dipindahkan ke tempat tinggal sementara demi menghindari risiko keselamatan.

Berdasarkan pendataan pemerintah desa, kerugian akibat robohnya rumah tersebut ditaksir mencapai Rp50 juta. Kerusakan yang cukup parah membuat bangunan itu tidak lagi layak untuk ditempati.

Pemerintah Desa Teluk Labuh telah menyiapkan rekapitulasi laporan beserta dokumentasi kondisi di lapangan untuk disampaikan kepada instansi terkait. Laporan tersebut juga telah diteruskan kepada Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman agar dapat ditindaklanjuti melalui bantuan yang diperlukan.

Yusuf berharap pemerintah Kabupaten Natuna dapat memberikan perhatian dan bantuan kepada keluarga korban, mengingat kondisi ekonomi keluarga tersebut tergolong kurang mampu.

Berdasarkan pendataan kesejahteraan, keluarga Hidayat masuk dalam kelompok desil empat. Dengan kondisi rumah yang rusak total, keluarga tersebut membutuhkan bantuan untuk membangun kembali tempat tinggal yang layak dan aman.

“Insya Allah hari ini secepatnya mereka mau turun. Kami juga berharap ada kepedulian dari pemerintah kabupaten, karena kalau mengharapkan desa sepenuhnya memang tidak mampu,” katanya.

Selain berharap adanya bantuan pembangunan rumah, Yusuf juga mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dan gelombang tinggi, khususnya menjelang musim utara.

Ia berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah penanganan sehingga keluarga korban bisa kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak. (Manalu)

Editor: Erwin

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan

Exit mobile version