
NATUNA, harianmetropolitan.co.id- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Natuna memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan di bawah pengawasan ketat. Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Akmal Dusky, menyebut pihaknya selalu memastikan kualitas bahan pangan segar dikonsumsi siswa penerima manfaat program tersebut, Selasa 9 September 2025.
“Program MBG ini bukan hanya memberi manfaat bagi anak-anak sekolah, tetapi juga mendorong pemanfaatan hasil pertanian lokal Natuna. Biaya produksi pertanian di sini cukup tinggi dengan akses distribusi yang terbatas, sehingga program ini menjadi peluang agar hasil bumi daerah kita tidak sia-sia,” ujar Akmal.
Ia menjelaskan, kebutuhan MBG untuk sekitar 3.500 penerima manfaat memerlukan tidak kurang dari 60 kilogram sayur setiap harinya. Sejumlah komoditas yang sudah bisa disuplai dari petani lokal antara lain kangkung, sawi, jagung, kacang panjang, serta buah-buahan seperti pisang dan semangka. Sementara untuk jenis buah lainnya, sebagian masih dipasok dari luar daerah.
Saat ini, sudah ada dua dapur MBG atau Satuan Pemberi Pangan Gizi (SPPG) yang menggunakan bahan pangan hasil petani lokal, yaitu SPPG Batu Hitam dan Ramai Darat. “Ke depan, jumlah dapur MBG yang memanfaatkan hasil pertanian daerah akan terus ditambah,” ungkap Akmal.
Dengan sinergi ini, program MBG diharapkan tidak hanya memperbaiki asupan gizi siswa, tetapi juga meningkatkan daya serap hasil pertanian masyarakat Natuna. (***Hn)