Tiap Hari Pelajar di Karimun Was-Was Karena Jalan Minim Rambu Lalu Lintas dan Rusak

KARIMUN, harianmetropolitan.co.id – Ribuan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan setiap hari hilir mudik menempuh perjalanan menuju sekolah di kawasan Tebing, mulai dari SMP, SMA Binaan, MAN, hingga SMK Negeri 1 Tebing.

Namun, aktivitas belajar mengajar tersebut dibayangi risiko keselamatan akibat kondisi jalan rusak parah, berluban dan memprihatinkan.

Jalan tersebut seharusnya mendapatkan penanganan serius dan pemasangan fasilitas keamanan dari Pemerintah Daerah.

(Foto: Jalan Rusak)

Berdasarkan pantauan dilapangan, kerusakan jalan cukup parah terlihat di titik-titik rawan pertigaan akses masuk utama ke sekolah-sekolah tersebut.

Warga sekitar mengaku sering melihat kecelakaan lalu lintas menimpa para pelajar, baik karena terperosok langsung ke lubang jalan maupun akibat manuver, karena menghindari jalan rusak hingga bertabrakan dengan kendaraan lain.

“Sudah banyak yang jatuh di sini. Ada yang terjatuh persis di atas jalan yang rusak, ada juga yang kecelakaan karena menghindari lubang lalu berpapasan dengan kendaraan lain,” ungkap salah satu warga setempat, menceritakan kekhawatirannya.

Warga pun menyampaikan harapan besar kepada pemerintah, agar perbaikan tidak hanya sekadar menambal jalan berlubang, namun juga melengkapi kawasan pendidikan tersebut dengan fasilitas keamanan standar.

“Tolong disampaikan ke pemerintah, agar jalan berlubang ini segera diperbaiki. Sekolah-sekolah di sini butuh rambu zona selamat sekolah, dan yang tak kalah penting, sangat dibutuhkan pemasangan lampu lalu lintas di simpang tiga jalan utama ini,” imbau warga.

Di tempat terpisah, Ketua Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Provinsi Kepulauan Riau, Hatik Hidayati Setiowati, memberikan apresiasi sekaligus dukungan penuh atas aspirasi masyarakat tersebut. Ia menegaskan, kehadiran pemerintah daerah mutlak diperlukan, bukan hanya sebagai pembangunan fisik, melainkan bentuk nyata perhatian terhadap keselamatan dan penunjang keberhasilan dunia pendidikan.

“Pemerintah harus hadir saat dibutuhkan, apalagi rakyat sudah taat dan tertib membayar pajak. Keselamatan generasi penerus adalah prioritas utama,” tegas Hatik.

Orang tua siswa dan masyarakat sekitar sangat berharap pemerintah segera merespons dan memperbaiki jalan tersebut, serta memasang rambu dan lampu pengatur lalu lintas, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan menimpa para pelajar setiap harinya. (***Hariono)

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan