
Kepala Dinkes Natuna, Hikmat Aliansyah mengatakan, pihaknya mulai rutin memantau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat tetap aman dan higienis. Pemantauan itu menurutnya dilakukan guna memastikan SPPG memenuhi standar kesehatan Badan Gizi Nasional (BGN), dalam menyalurkan MBG kepada penerima manfaat, meliputi siswa, ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Mulai dari pasokan bahan makanan, penyimpanan, pengolahan, penyajian, hingga penyaluran ke sekolah-sekolah semuanya harus diperhatikan, Selasa 19 Mei 2026.
Hikmat mengungkapkan, sejauh ini Natuna belum menerima laporan kasus keracunan makanan MBG. “Insya Allah di Natuna masih aman, tetapi kami tetap antisipasi. Apalagi SPPG sudah difasilitasi alat rapid test untuk pemeriksaan makanan bantuan dari provinsi,” katanya
Hikmat juga mengimbau pengelola SPPG di Natuna untuk selalu menjaga kebersihan dapur dan kualitas bahan makanan. “Kehati-hatian dalam menyiapkan makanan sangat penting. Kebersihan dan pemilihan bahan yang baik harus diutamakan,” Imbuhnya.
Dinkes Natuna nantinya juga akan melibatkan puskesmas, terutama di pulau-pulau, untuk membantu pemantauan dapur SPPG jika sudah beroperasi. Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Natuna, Wan Syazali menyebut, saat ini sudah ada tiga dapur SPPG yang beroperasi di Natuna. “Ketiganya ada di Kecamatan Bunguran Timur, meliput SPPG Batu Hitam, Ranai Darat, dan Pering. Dalam waktu dekat kemungkinan akan bertambah di kecamatan lain,” ucapnya.
Wan Syazali menambahkan pihaknya juga turun langsung memantau ketat bahan pangan, baik sayur maupun pangan hewani. “Pemeriksaan rapid test dilakukan dua kali dalam sebulan untuk memastikan bahan makanan bebas dari zat berbahaya. Sejauh ini hasilnya aman,” pungkasnya.

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/PENGAWASAN-MBG-DI-NATUNA.jpg)