Indra Joni Hadiri RDP Forum Komunikasi PTT Natuna

Natuna, harianmetropolitan.co.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Natuna, Indra Joni menghadiri rapat dengar pendapat (rdp) Forum Komunikasi PTT Natuna yang digelar di Kantor DPRD Natuna, Senin, 4 Juli 2022.

Hadir juga dalam rdp tersebut Ketua DPRD Kabupaten Natuna, Daeng Amhar sekaligus sebagai pimpinan rapat, Bupati Natuna, Wan Siswandi, Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda, Sekda Natuna, Boy Wijanarko, Wakil I DPRD Natuna, Daeng Ganda Rahmatullah, Wakil II DPRD Natuna, Jarmin Sidik, beberapa Kepala OPD, Ketua Komisi DPRD Natuna beserta anggota dan perwakilan tenaga honorer.

Ribuan PTY yang tergabung dalam Forum Komunikasi PTT Kabupaten Natuna menyampaikan aspirasi ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Natuna.

Hal ini dilakukan untuk meminta solusi terkait Surat Edaran (SE) tentang penghapusan honorer yang dikeluarkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo pada 31 Mei 2022 lalu.

Juru bicara Forum Komunikasi PTT Kabupaten Natuna, Wan Fiar mengatakan penghapusan tenaga honorer akan memiliki dampak negatif. Diantara dampak sosiologis, ekonomi serta dampak psikologis.

Hal ini ia sampaikan pada Rapat dengar pendapat yang digelar oleh DPRD Kabupaten Natuna di Ruang Rapat Paripurna Kantor DPRD, Jalan Yos Sudarso, Ranai pada Senin, 4 Juli 2022.

Terkait hal ini, ia meminta agar pemerintah Pusat khususnya MenpanRB agar mengevaluasi kembali Surat Edaran Nomor B/185/M.SM.02.03/2022.

Sedangkan untuk Pemerintah daerah, ia meminta agar memberikan dukungan afirmasi skala prioritas berdasarkan masa kerja, usia dari Pemda  untuk dapat di angkat menjadi P3K secara bertahap tanpa melalui seleksi, tes dan syarat pendidikan.

Meminta Pemerintah Daerah untuk menambah kuota dan formasi sesuai dengan bidang Masing-masing di tempat bekerja.

Baca Juga :   Jarmin Sidik Hadiri Musrenbang Kecamatan Wilayah I Tahun 2020

Juga meminta agar Pemerintah Daerah dan DPRD serta stakeholder mengambil sikap atas aspirasi yang disampaikan sebagai jaminan sebab dan dampak terkait surat edaran Menpan RB yang menyatakan 28 November 2023 tenaga honorer dihapuskan.

Menanggapi hal ini, Bupati Natuna, Wan Siswandi berjanji akan berusaha mencari solusi agar tetap bekerja.

Menurut Siswandi, Pemerintah Daerah (Pemda) sudah membuat beberapa kajian serta telah menyampaikan kepada Kementerian PanRb untuk mengevaluasi kembali surat edaran penghapusan tenaga honorer ini.

Terkait rencana penghapusan tenaga honorer ini, Wan Siswandi menyampaikan bahwa Pemda cukup dilema dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut.

“Namun kembali lagi bahwasanya keputusan itu berada di pusat, namun ia berjanji akan terus memperjuangkan keinginan dari rekan-rekan honorer,” sebutnya.

Wan Siswandi juga menyampaikan penghapusan tenaga honorer dipastikan akan berdampak pada psikologis dan ekonomi pada keluarga honorer itu sendiri.

“Ini bukan permasalahan yang sederhana, ini menyangkut mereka-mereka yang sudah mengabdi dan berkiprah di pemerintahan yang sudah cukup lama dengan kontribusi yang cukup besar, oleh karenanya mencari solusi terkait hal ini memang dirasa wajib,” ucapnya.

Selain itu, Wan Siswandi juga menyampaikan data dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Natuna, tercatat ada sekitar 1.563 tenaga honorer.

Lebih jelasnya, Wan Siswandi mengatakan untuk mengakomodasi honorer ini menjadi PPPK dibutuhkan pertimbangan yang sangat matang. Hal ini karena untuk lulus PPPK tenaga honorer diharuskan lulus seleksi jenjang pendidikan, tidak melebihi batas usia serta wajib mengikuti tes.

Namun, jika seluruh tenaga honorer ini lulus tahap seleksi dan tes ada juga kendala lain, yakni masalah penggajian.

“Kondisi keuangan daerah juga sedang tidak stabil, tentunya akan berat jika harus menanggung gaji dan tunjangan mereka,” ucap Wan Siswandi.

Baca Juga :   Fachrori Buka Puasa Bersama Anak Yatim Dan Tokoh Masyarakat

Terkait hal ini, Bupati Natuna menyampaikan tentunya hal ini akan berdampak pada pembangunan Natuna sendiri.

Meski demikian, ia optimistis ditengah perjalanan rencana penghapusan tenaga honorer ini tentu ada argumentasi yang bisa disampaikan.(**sar)

Telah dibaca 106 kali

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan