Air dan Listrik Sering Bermasalah di Tanjungpinang, DPRD Kepri Harap Pemprov Serius Mengatasinya

Tanjungpinang, (harianmetropolitan.co.id) – Anggota DPRD Kepri, Rudy Chua, mengatakan saat ini kondisi pipa PDAM Tirta Kepri khususnya di sepanjang Kilometer (Km) 6-10 sudah berusia puluhan tahun itu sering terjadi kebocoran, sehingga menggangu kenyamanan masyarakat sebagai pelanggan.

Setelah disampaikan masukan kepada Pemprov Kepri dan setelah dilakukan pengecekan, akhirnya Gubernur bersedia menambah anggaran untuk rehab pipa PDAM di Km 6-10 Tanjungpinang sebesar Rp 17 miliar untuk 2023 mendatang.

“Kita berharap ini bisa mengurangi permasalahan-permasalahan pipa pecah dan gangguan kenyamanan pada pelanggan PDAM dan pengguna jalan,” kata Rudy Chua di Dompak, Senin (14/11/2022).

Rudy juga berharap jika anggaran itu mencukupi perbaikan beberapa pompa juga menjadi hal yang harus disegerakan. Jika tidak ada hambatan dengan perbaikan pipa itu otomatis terjadi pembongkaran jalan karena ada pergeseran pipa.

“Atau bisa juga dipasang pipa baru di sepanjang pinggir jalan dengan konsekuensi akan mengganggu kenyamanan,” ujarnya.

Tahapannya saat ini, kata Rudy, dalam proses penganggaran dan belum ada gangguan atau hambatan untuk pelaksanaan rencana tersebut.

Pembenahan itu sebenarnya juga keinginan dari Gubernur Kepri agar pelayanan air bersih di Tanjungpinang lebih baik.

“Kita semua sudah sepakan kalau perbaikan pipa PDAM ini sesuatu yang urgen untuk masyarakat,” ucapnya.

Seharusnya penggantian pipa itu sudah dilaksanakan sejak dulu namun sering terkendala keterbatasan anggaran. Pipa yang sering pecah itu sudah cukup tua sejak diresmikan pada Mei 1971 silam.

“Jika tidak ada halangan pengerjaannya itu masuk ke APBD 2023 dan secepatnya dikerjakan,” sebut Rudy lagi.

Sementara itu, penanganan persoalan listrik di Pulau Bintan juga harus diperhatikan. Pasalnya, dari total kebutuhan puncak pemakaian pada malam hari yang mencapai 86 mega watt, semuanya berasal dari Pulau Batam melalui jaringan interkoneksi bawah laut.

Baca Juga :   Sambut Kedatangan Soerya Respationo di Pelabuhan, Masyrakat Karimun Berteriak SInergi Menang!

“Ketika terjadi permasalahan listrik maka kita akan terputus total,” ujarnya.

Rencana PLN akan membangun PLTU di Bintan sebesar 200 mega watt juga gagal atas instruksi pemerintah pusat, padahal persiapan lain sudah selesai dilaksanakan.

“Ini perlu menjadi perhatian juga, karena interkoneksi juga rentan gangguan, jangan sampai kejadian Jawa-Madura menimpa kita,” terangnya.

Menurutnya karena Tanjungpinang sudah nyaman mendapat suplai listrik dari Batam membuat pihak PLN tidak menyediakan cadangan yang cukup. Alat yang ada sekarang tidak mencukupi jika terjadi pemadaman dalam jangka lama.

“Ini cukup memprihatinkan karena kita tidak punya cadangan yang cukup jika terjadi gangguan,” ucap Rudy lagi.

Solusinya memang harus ada pembangkit liatrik, karena PLTU tidak diizinkan langkah yang bisa diambil adalah tenaga gas, sementara di Batam terdapat pipa gas yang melintas ke Singapura.

“Pemerintah perlu memikirkan untuk Pumping dari Batam ke Bintan,” tutupnya.

Telah dibaca 38 kali

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan