
KARIMUN, harianmetropolitan.co.id – Warga Pulau Belat, Desa Sebele, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun, mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin yang telah berlangsung sekitar satu minggu terakhir. Keluhan ini disampaikan langsung oleh warga setempat, Ruslan, saat awak media berkunjung ke pulau tersebut, Rabu, 16 September 2026.
“Sudah seminggu kami warga Belat susah mendapatkan BBM bensin, Pak,” ungkap Ruslan dengan nada cemas.
Menurut Ruslan, selama ini pasokan BBM ke Pulau Belat berjalan lancar dan normal. Namun dalam tujuh hari terakhir, distribusi terhenti lantaran pihak SPBU yang berada di Pulau Urung dikatakan tidak lagi dapat menyalurkan BBM ke Pulau Belat. Penyebabnya, belum adanya izin resmi dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terkait penyaluran bahan bakar ke pulau tersebut.
Akibat kelangkaan ini, aktivitas harian warga sangat terganggu mulai dari perjalanan ke ladang, sarana transportasi antarwarga, hingga kegiatan produktif lainnya menjadi terhambat.
“Kami sangat berharap ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Desa, Kecamatan, Dinas terkait, hingga Pemerintah Kabupaten Karimun. Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” harap Ruslan.
Diketahui, jumlah kepala keluarga di Pulau Belat mencapai sekitar 430 KK. Terhentinya pasokan BBM dikhawatirkan semakin menekan perekonomian warga yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak dinas terkait maupun Pemerintah Kabupaten Karimun, meskipun awak media telah berupaya mengonfirmasi melalui pesan tertulis. Warga berharap pemerintah segera turun tangan dan memberikan solusi agar pasokan BBM kembali mengalir normal. (Hariono)
