Revitalisasi 7 SMP di Natuna Dimulai Juni 2026, Kadisdikbud: Demi Fasilitas Belajar yang Lebih Layak

Natuna, harianmetropolitan.co.id – Program revitalisasi sekolah di Kabupaten Natuna mulai berjalan pada Juni 2026. Sebanyak tujuh Sekolah Menengah Pertama (SMP) dipastikan menerima bantuan revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan total anggaran sekitar Rp3,5 miliar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Natuna, Hendra Kusuma, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan bagi pelajar di wilayah perbatasan.

“Kita ingin anak-anak mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Dengan adanya kegiatan seperti ini, kita bisa menyediakan fasilitas pendidikan yang lebih layak,” ujar Hendra Kusuma, Rabu 20 Mei 2026.

Ia juga mengapresiasi perhatian Kemendikdasmen terhadap peningkatan fasilitas pendidikan di Natuna. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat membantu daerah dalam memperbaiki kondisi sekolah yang membutuhkan penanganan.

“Kita apresiasi usaha dari staf-staf dinas pendidikan dan para guru yang telah berusaha mendapatkan anggaran untuk perbaikan sekolah, sehingga anak-anak dapat menuntut ilmu dengan fasilitas yang memadai,” ucapnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Natuna, Umar Wirhadi Kusuma, menjelaskan penentuan sekolah penerima revitalisasi sepenuhnya berdasarkan data Data Pokok Pendidikan (Dapodik), khususnya terkait kondisi sarana dan prasarana sekolah.

“Jadi mekanisme pengusulan kegiatan revitalisasi ini memang kementerian hanya mengacu pada satu data, yaitu data Dapodik. Data tersebut berkaitan dengan kondisi sarana dan prasarana yang ada di sekolah. Kalau data Dapodik sekolah valid terkait tingkat kerusakan dan lainnya, maka itu yang ditarik oleh kementerian sehingga sekolah dipilih melalui data Dapodik, bukan diusulkan langsung oleh dinas,” jelas Umar.

Ia menyebut pelaksanaan revitalisasi dilakukan dengan sistem swakelola melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2S) di masing-masing sekolah.

“Untuk SMP ada tujuh sekolah yang diakomodir kementerian. Metode pelaksanaannya menggunakan sistem swakelola melalui P2S atau Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan yang ada di sekolah masing-masing,” katanya.

Adapun tujuh SMP penerima program revitalisasi tersebut yakni SMP Negeri 1 Midai, SMP Negeri 1 Pulau Laut, SMP Negeri 1 Pulau Panjang, SMP Negeri 1 Pulau Seluan, SMP Negeri 1 Serasan Timur, SMP Negeri Bunguran Timur Laut, serta SMP Nurul Jannah Bandarsyah.

Menurut Umar, besaran anggaran revitalisasi berbeda-beda di setiap sekolah, tergantung kebutuhan dan jenis pekerjaan yang dilakukan.

“Alokasi dananya bervariasi tergantung kebutuhan sekolah, ada yang rehab ruang dan ada juga pekerjaan lainnya. Total untuk tujuh SMP itu kurang lebih sekitar Rp3,5 miliar,” ungkapnya.

Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Disdikbud Natuna masih menunggu hasil pengajuan revitalisasi dari pemerintah pusat. Dari 18 sekolah yang diusulkan, baru tiga sekolah yang dipanggil Kemendikdasmen untuk tahapan lanjutan dan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) di Jakarta.

“Untuk SD masih tahap pengusulan. Dari 18 sekolah yang kami usulkan dengan kategori kerusakan sedang hingga berat, termasuk pembangunan baru, baru tiga sekolah yang dipanggil kementerian. Sementara 15 sekolah lainnya masih menunggu,” terang Umar.

Disdikbud Natuna bersama Pemerintah Kabupaten Natuna juga terus berupaya memperjuangkan sekolah yang belum terakomodir agar mendapatkan bantuan revitalisasi.

“Kami terus berupaya melalui Bupati untuk menyampaikan proposal ke kementerian. Mudah-mudahan 15 sekolah yang belum terakomodir ini nantinya bisa mendapatkan bantuan revitalisasi juga,” tutupnya. (Rian)

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan