
harianmetropolitan.co.id, Yogyakarta– Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Anambas melakukan kunjungan kerja (Kunker), ke Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Selasa 10 Desember 2019. Kala itu, Ketua Komisi I DPRD Anambas, Yusli, melakukan kunker bersama Rocky H Sinaga, Wakil Ketua Komisi I. Mariady, Sekretaris Komisi I. Hj.Tety Hidayati anggota Komisi I, serta Hartono Komisi II. Kunker tersebut membahas terkait management pendidikan dan insentif kepala sekolah.
Dalam pemaparannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Dedi Budiono, menyampaikan, salah satu visi misi dari Walikota Yogyakarta dalam hal Pendidikan yakni bukan hanya memperoleh layanan pendidikan saja tapi memperhatikan program mutu pendidikan.
Seluruh siswa/siswi sekolah SD, SMP dan SMA Negeri di Yogyakarta ini ditanggung APBD, berjumlah sebesar Rp500 milyar khusus Pendidikan.
“Selain itu para siswa juga mendapatkan kartu unit jaminan pendidikan, unit disbalitas serta lainnya, sedangkan terkait insentif dan Gaji Guru PTT maupun PNS serta Kepala Sekolah didasari kualifikasi Pendidikan,”ucapnya didampingi Kepala Bidang PTK, Data dan Sistem Informasi, Sri Budiarti, serta Kepala Seksi Kesejahteraan PTK, Supriyanto.
Sementara itu, Kepala Bidang PTK, Data dan Sistem Informasi, Sri Budiarti, mengatakan, berbagai aplikasi juga telah diluncurkan guna meningkatkan pendidikan seperti aplikasi monetoring siswa berbasis Absen Jogja Smart Service (JSS) dibuat oleh Kominfo sehingga para orang tua bisa mengontrol anaknya melalui aplikasi JSS.
Sri juga mengatakan ada juga aplikasi pembelajaran konsultasi belajar secara online (KBS) guna memecahkan permasalahan kesulitan siswa/siswi dalam belajar. Aplikasi KBS ini dibentuk juga ruangan studio KBS online.
“Aplikasi KBS ini sangat berdampak positif bagi sekolah di Kota Yogyakarta, karna pernah mendapat peringkat 1 dalam Ujian Nasional,”ujar Sri. (*Roza Padri)
