MEMBANGUN KARIMUN, DISKOMINFO PUNYA PERAN STRATEGIS

KARIMUN-harianmetropolitan.co.id– Diera keterbukaan informasi publik, laju penyerbarluasan informasi tidak lagi dapat dibendung. Setiap hari, informasi dari pelbagai daerah dapat dilihat dan didengar melalui gadget (smartphone). Banyak aplikasi menyediakan konten-konten berisi informasi, berupa hiburan, kejadian, bahkan media-media arus utama juga tidak mau ketinggalan memanfaatkan platform media sosial tersebut sebagai alternatif baru menyebarluaskan informasi.

Meski demikian, pembaca dan pendengar dituntut untuk memverifikasi semua informasi, khususnya platform media sosial. Terlebih, video-video saat ini sudah banyak menggunakan Artificial Inteligence (AI) atau Kecerdasan Buatan. Jika tidak bijak, publik dapat terhasut informasi palsu dan menyesatkan.

Publik dapat melihat, bagaimana misinformasi di media sosial dapat membuat gejolak di daerah. Peristiwa itu terjadi, karena rakyat sudah disuguhkan oleh informasi menyesatkan, sementara keterangan resmi pemerintah belum tampak.

Dalam konteks ini, peran Dinas Komunikasi dan Informasi di daerah sangat penting. Pasalnya, sebagai corong informasi pemerintah daerah, Diskominfo berperan memitigasi penyebaran berita bohong. Jika informasi yang sampai ke publik sehat dan benar, maka secara ekonomi, menarik minat investor dan secara sosial, masyarakatnya rukun.

Dari sisi ekonomi, investor hanya akan mau menanamkan modal di daerah yang tidak ada konflik dan pemerintahannya bersih. Maka, peran Diskominfo perlu diperkuat, utamanya mitra kerja instansi tersebut yakni, Pers.

Topik pembahasan membangun komunikasi dengan Pers kami rangkum dalam wawancara khusus Pemimpin Redaksi media harianmetropolitan.co.id, Rian dengan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Karimun, Aribowo Hadibroto, di ruang kerjanya, Kamis 16 Juli 2026 pagi. Berikut petikannya,

Apa yang menjadi perhatian anda, setelah beberapa bulan menduduki kursi Kepala Diskominfo?

Selaku pimpinan di Diskominfo Karimun, tentu saya harus mengukur dan melihat sejauh mana kesiapan dan kemampuan mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM), peralatan dan kondisi anggaran. Setelah saya pahami, perlu dilakukan perbaikan secara komprehensif dan itu sedang berjalan. Tidak ada proses instan, semua butuh waktu, tapi kami punya target. Bagi saya, tim harus kompak dan terorganisir memanfaatkan sumberdaya yang ada.

Diskominfo merupakan corong pemerintah daerah dalam menyebarluaskan infomasi terkait kebijakan strategis pemerintah daerah. Bagaimana anda menerjemahkan informasi itu agar mudah dipahami oleh masyarakat?

Kami menyadari, suatu organisasi perangkat daerah (OPD) tidak dapat bekerja sendiri. Oleh sebab itu, kami memiliki mitra kerja yakni pers. Jurnalis di Kabupaten Karimun sejauh ini banyak membantu menyebarluaskan informasi program kerja pemerintah daerah, tanpa mengurangi fungsi kontrol teman-teman pers.

Anggaran Diskominfo terbilang minim, bagaimana anda menyesuaikan anggaran tersebut terhadap program kerja anda dalam mensukseskan visi dan misi bupati dan wakil bupati?

Kami memanfaatkan terlebih dahulu anggaran yang ada. Terlebih, penyusunan rencana kerja tahun 2026 ini bukan jaman saya. Namun, kedepan kami akan berkoordinasi dengan tim anggaran dan dewan, utamanya ketersediaan akses internet di daerah pulau-pulau dan tempat-tempat fasilitas umum. Sebab, konektivitas antar daerah di zaman sekarang ini tidak lagi berbicara soal transportasi saja dan program ini merupakan penjabaran dari visi dan misi bupati dan wakil bupati.

Apakah kerjasama dengan pers juga masuk dalam program anda?

Sudah pasti dan kami mendorong kerjasama ini lebih sehat kedepan. Kami juga mendorong agar teman-teman jurnalis dapat berkolaborasi mendukung pemerintah daerah untuk menciptakan pemberitaan-pemberitaan yang menarik minat investor, karena fokus bupati dan wakil bupati dalam membangun Karimun tidak hanya memanfaatkan APBD, melainkan mendorong masuknya investasi. Jika investasi masuk, maka terbuka lapangan pekerjaan, perekonomian masyarakat mulai bergerak lancar, dan otomatis indeks pembangunan daerah meningkat.

Apa tantangan terberat dalam menjalankan tugas sebagai Kadis Kominfo?

Jabatan ini amanah. Selagi dalam koridor aturan dan tidak melenceng, saya rasa tidak ada kendala. Sebagai pimpinan, saya harus mengayomi jajaran dan terbuka bagi semua pihak, seperti menjalin hubungan dengan pers dan unsur Forkopimda.

Apa pesan anda bagi masyarakat Karimun?

Saat ini arus informasi sudah tidak terbendung. Masyarakat harus bijak dalam mencerna informasi yang beredar di media sosial. Terapkan prinsip 3S, Saring Sebelum Sharing. Jangan mudah terprovokasi atas informasi-informasi yang belum tentu kebenarannya. Rutin memantau informasi yang disampaikan resmi oleh pemerintah dan media-media arus utama (pers). (*)

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan