
KARIMUN-harianmetropolitan.co.id – Pasca kejadian pemadaman total (blackout) yang melumpuhkan aktivitas masyarakat pekan lalu, PT PLN (Persero) ULP Tanjung Balai Karimun memastikan penambahan kapasitas daya sebesar 6 Megawatt (MW) sedang dalam tahap pemasangan, guna mengatasi defisit energi dan mencegah terulangnya gangguan serius.
Kepastian ini disampaikan Manajer PLN ULP Tanjung Balai Karimun, Ahmad Subhan Hadi, seusai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Karimun, Selasa (28/7/2026).
“Mesin penambah daya 6 MW sudah tiba di lokasi dan sedang dipasang untuk diintegrasikan ke sistem kelistrikan. Harapannya, daya tambahan ini mampu menopang beban puncak yang saat ini berkisar 33–35 MW, di mana daya mampu saat ini hanya sekitar 33,5 MW akibat perbaikan dua unit PLTD,” ujar Ahmad Subhan Hadi.
Selain penambahan mesin, PLN juga melakukan perbaikan unit pembangkit yang ada serta pemisahan jaringan kubikel agar gangguan pada satu titik tidak merembet menjadi pemadaman menyeluruh.
Terkait persoalan Kompensasi,
PLN menegaskan hak kompensasi pelanggan dijalankan sesuai Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2025 tentang Tingkat Mutu Pelayanan. Mekanismenya berupa pengurangan biaya beban bagi pelanggan pascabayar, atau penambahan kWh bagi pengguna token secara proporsional sesuai lama gangguan yang melebihi standar pelayanan.
Saat ini pendataan pelanggan terdampak masih berlangsung. DPRD mendesak proses tersebut tuntas dan kompensasi segera disalurkan tanpa berbelit-belit.
“Kami minta PLN transparan dan tepat sasaran. Masyarakat sudah dirugikan cukup besar, jangan sampai haknya terabaikan,” tegas Wakil Ketua DPRD Karimun, Ady Hermawan.
Dalam jangka panjang, PLN juga menyatakan tetap terbuka terhadap kerja sama penyediaan energi baru terbarukan serta daya dari penyedia swasta untuk memperkuat sistem kelistrikan Karimun. (***Hariono)
