KARIMUN GELAP GULITA, MANAGER PLN TIDAK PUNYA UPAYA MITIGASI?

KARIMUN-harianmetropolitan.co.id- Pemadaman listrik bergilir di Kabupaten Karimun karena kerusakan teknis membuktikan daerah ini belum siap untuk investor. Celakanya, Manager Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Tanjungbalai Karimun, Ahmad Subhan tidak dapat memprediksi, kapan pemadaman itu berakhir.

Akibatnya, masyarakat sangat dirugikan karena harus mengungsi ke hotel demi memberikan kenyamanan pada anak. Hasil penelusuran, mayoritas hotel di Karimun full bahkan cafe-cefe yang memiliki genset, diserbu untuk mengisi baterai handphone.

Lalu, bagaimana nasib masyarakat berpenghasilan rendah? Bagi mereka hidup dalam kondisi sulit sudah biasa. Namun, padamnya listrik semakin mempersulit hidup, karena mereka tidak dapat bekerja dengan maksimal.

Keluhan itu disampaikan pedagang pop ice di Coastal Area, bernama Lastri. Ibu satu anak ini hanya bisa pasrah, karena sejak mati lampu ia tidak dapat berjualan es. Bahkan, anaknya tidak dapat belajar dan dirumah harus kepanasan karena kipas tidak hidup. “Kalau ada uang, mau juga menginap di hotel, kasihan anak,” ucapnya polos, Selasa 21 Juli 2026.

Sementara itu, aksi menyejukan hati masyarakat terus disuarakan oleh pejabat di Kabupaten Karimun. Kata-kata sabar, sedang diupayakan, jadi andalan untuk meredam emosi warga. Kepanikan justru dipertontonkan oleh pihak PLN, karena polisi sudah berjaga di depan kantor sejak pagi tadi.

Fenomena ini bukan hanya sekedar masalah teknis semata, karena jika ada mitigasi, upaya perbaikan seharusnya tidak berlarut-larut. “Gimana daerah mau maju, listrik padam karena kerusakan teknis harus nunggu alat dari luar daerah, buat malu perusahaan listrik negara aja,” kata Anto, warga Karimun, di cafe Newton Padimas, Selasa 21 Juli 2026 sore.

Ia menambahkan, Kabupaten Karimun seharusnya memiliki back-up power sehingga dapat dipergunakan manakala ada kendala pada mesin. Selain itu, ketersediaan sparepart juga perlu diperhatikan, agar tidak harus menunggu dari luar daerah. “Kalau mesin rusak, sparepart dan tim ahli harus didatangkan dari luar, gimana investor mau masuk ke Karimun, menangani masalah urgent saja bergantung dari luar,” ucapnya.

Ia berharap, Bupati Kabupaten Karimun, Ing Iskandar memanggil pihak PLN untuk memitigasi persoalan serupa tidak berulang. Sebab, pemadaman bergilir di Karimun bukan kali ini saja terjadi. Sementara itu, Manager PLN Karimun, Ahmad Subhan, saat dikonfirmasi belum memberikan respon. (***Hariono)

Bagikan

Recommended For You

About the Author: Redaksi Harian Metropolitan